back to top
Senin, Januari 26, 2026
26.8 C
Jakarta

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Ultrajaya (ULTJ) Investasi Rp1,14 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengucurkan investasi baru senilai Rp1,14 triliun. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pasokan susu UHT dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan industri pengolahan susu punya peran strategis. Sektor ini menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat, terutama untuk menyukseskan program prioritas pemerintah.

“Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku. Pemerintah memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Minggu (25/1/2026).

Salah satu bentuk kesiapan ULTJ terlihat dari pengoperasian pabrik barunya di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Bekasi. Pabrik ini sudah mulai beroperasi sejak 8 Desember 2025.

Pabrik tersebut memiliki tiga lini produksi susu UHT dengan kemasan 125 ml dan 200 ml. Ukuran kemasan ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan program MBG. Perusahaan juga berencana menambah lini produksi baru pada Maret 2026 mendatang.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menambahkan pabrik Ultrajaya sudah menerapkan teknologi industri 4.0. Penggunaan teknologi modern ini bertujuan menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan produktivitas.

“Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti dapat meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk,” ujar Putu.

Beberapa teknologi canggih yang diterapkan meliputi Automated Guided Vehicle (AGV), autopilot forklift, hingga Manufacturing Execution System (MES). Selain itu, perusahaan menggunakan sistem manajemen gudang berbasis Automated Storage and Retrieval System (ASRS).

Pabrik ini juga ramah lingkungan karena memiliki fasilitas pengolahan limbah cair ultrafiltration. Fasilitas ini memungkinkan sebagian besar limbah cair didaur ulang untuk dimanfaatkan kembali dalam proses produksi.

Untuk pasokan bahan baku, Ultrajaya kini mengelola dua peternakan sapi perah di Bandung dan Sumatera Utara. Total populasi sapi perah milik perusahaan saat ini mencapai sekitar 7.000 ekor.

Ultrajaya juga berencana menambah investasi untuk 4.000 ekor sapi perah lagi. Hal ini dilakukan guna memperkuat pasokan susu segar dari dalam negeri secara berkelanjutan.

Kementerian Perindustrian terus mendorong Ultrajaya meningkatkan penyerapan susu segar lokal. Perusahaan juga diajak mengikuti seleksi National Lighthouse Industry 4.0 sebagai percontohan industri berbasis teknologi dan otomasi.

Pemerintah optimis industri pengolahan susu nasional mampu mendukung ketahanan pangan. Sinergi dengan peternak dan koperasi susu menjadi kunci kesuksesan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bersih Pollux Properties (POLL) Melonjak 34,45% Menjadi Rp18,71 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL)...

Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Tarik Pinjaman Rp4,8 Triliun dari BRI, Ini Rinciannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT)...

PACK Siap Terbitkan Obligasi Wajib Konversi Rp3,25 Triliun, Ini Skema dan Harganya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru