back to top

Efek Sanae Takaichi, Partai LDP Menang Telak dalam Pemilu Sela Jepang

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Partai berkuasa di Jepang berhasil meraih kemenangan besar dalam pemilihan sela (snap election) pada Minggu (8/2/2026) waktu setempat. Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi diproyeksikan mengamankan mayoritas kursi parlemen.

Mengutip BBC, berdasarkan laporan hitung cepat (exit polls), LDP diperkirakan memenangkan 274 dari total 465 kursi di Majelis Rendah. Hasil ini memberikan mandat publik yang kuat bagi PM perempuan pertama Jepang tersebut. Takaichi sendiri baru menjabat sebagai pemimpin LDP selama empat bulan.

Keberhasilan ini menjadi titik balik bagi partai LDP. Dua pendahulu Takaichi sebelumnya gagal mempertahankan mayoritas suara akibat skandal korupsi dan lonjakan biaya hidup. Saat ini, tingkat persetujuan terhadap pemerintahan Takaichi bertahan di atas 70%.

LDP kini membentuk koalisi dengan Partai Inovasi Jepang yang beraliran populis kanan. Koalisi LDP memang telah mendominasi pemerintahan Jepang hampir sepanjang sejarah pasca-perang. Hal ini didukung oleh absennya kekuatan oposisi yang solid di negara tersebut.

Pemilihan sela ini sempat dinilai sebagai perjudian besar. Pasalnya, LDP sebelumnya kehilangan mayoritas di kedua kamar parlemen. Selain itu, koalisi lama mereka dengan partai Komeito juga telah runtuh.

Antusiasme pemilih tetap tinggi meski cuaca ekstrem melanda. Rakyat Jepang tetap menuju tempat pemungutan suara di tengah hujan salju yang jarang terjadi di Tokyo. Ini merupakan pemilu musim dingin pertama bagi Jepang dalam 36 tahun terakhir.

Cuaca buruk sempat mengganggu jalur transportasi nasional. Kementerian Transportasi Jepang mencatat 37 jalur kereta dan 58 rute feri ditutup. Sebanyak 54 jadwal penerbangan juga dibatalkan pada Minggu pagi.

Ritsuko Ninomiya, salah seorang pemilih di Tokyo, menyampaikan keresahannya kepada BBC. Ia berharap pemerintah fokus pada solusi ekonomi jangka panjang. Masyarakat mulai khawatir terhadap kenaikan biaya hidup yang selama ini jarang terjadi di Jepang.

“Masyarakat menginginkan hidup mereka menjadi lebih baik dan lebih nyaman,” ujar Ninomiya.

Pemilih muda juga menaruh harapan besar pada hasil pemilu kali ini. Daniel Hayama menilai cuaca dingin bukan penghalang bagi anak muda untuk memberikan suara. Ia ingin generasi muda ikut menentukan arah masa depan negara.

“Saya pikir pemilihan ini lebih penting bagi generasi muda, orang-orang seperti kami,” kata Hayama.

Di sisi lain, kemenangan Takaichi dibayangi tantangan ekonomi yang berat. Kalangan pebisnis skeptis terhadap janji Takaichi untuk meningkatkan belanja negara dan memotong pajak. Saat ini, utang pemerintah Jepang termasuk salah satu yang tertinggi di dunia.

Hubungan diplomatik dengan China juga diprediksi tetap tegang. Takaichi sebelumnya mengisyaratkan Jepang akan melakukan intervensi militer jika China menyerang Taiwan. China sendiri merupakan mitra dagang terbesar bagi Negeri Sakura tersebut.

Takaichi juga mendapatkan dukungan publik dari Donald Trump. Keduanya sepakat Jepang harus meningkatkan anggaran belanja pertahanan. Kebijakan ini menjadi perhatian khusus bagi para pemilih di Jepang.

Yuko Sakai, seorang pemilih lainnya, mengaku cemas terhadap keseimbangan anggaran negara. Ia mempertanyakan sumber dana untuk menutupi kenaikan biaya pertahanan tersebut.

“Menyeimbangkan pengeluaran anggaran antara pertahanan dan kehidupan masyarakat adalah perhatian utama bagi saya,” tegas Sakai.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Kembali Perkasa, Indeks Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Eropa Kompak Menguat, Saham NatWest Anjlok 9%Usai Akuisisi USD 3,7 Miliar

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa kompak menguat pada...

Nikkei Cetak Sejarah Tembus 57.000, Kemenangan Sanae Takaichi Terbangkan Bursa Asia

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru