Ekspor China Meroket Tak Mampu Angkat Semua Pasar, Bursa Asia Ditutup Galau

STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ€“ Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak tanpa arah yang pasti pada perdagangan Senin (8/12/2025) waktu setempat. Para investor sibuk mencerna data perdagangan terbaru dari...

Ekspor China Meroket Tak Mampu Angkat Semua Pasar, Bursa Asia Ditutup Galau
Bacakan Artikel

Sorotan pasar juga tertuju pada saham Moore Threads. Produsen unit pemrosesan grafis (GPU) yang berbasis di Beijing ini merosot lebih dari 5%. Padahal, saham ini sempat melonjak lebih dari 400% pada debutnya di Shanghai Jumat lalu dengan nilai pencatatan mencapai US$ 1,1 miliar. Saham tersebut ditutup pada harga 600,500 yuan.

Beralih ke Jepang, pasar saham mampu mencatatkan penguatan meski ada kabar kurang sedap dari data ekonomi domestik. Indeks acuan Nikkei 225 bertambah 0,18% ke posisi 50.581,94. Indeks Topix juga naik 0,65% menjadi 3.384,31.

Kenaikan di bursa Jepang terjadi di tengah revisi data resmi yang menunjukkan ekonomi negara tersebut menyusut lebih tajam dari perkiraan awal. Data resmi memperlihatkan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga turun pada tingkat tahunan sebesar 2,3%. Angka ini lebih buruk dari perkiraan median ekonom yang memprediksi penurunan 2,0%.

Tren positif juga terlihat di Korea Selatan. Indeks Kospi melonjak 1,34% ke level 4.154,85. Indeks saham kapitalisasi kecil Kosdaq turut menguat 0,33% dan berakhir di angka 927,79.

Di Australia, indeks ASX/S&P 200 turun tipis 0,12% menjadi 8.624,4. Pelaku pasar kini menantikan keputusan Bank Sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA). Bank sentral tersebut memulai pertemuan dua harinya pada Senin ini. Ekonom memprediksi RBA akan mempertahankan suku bunga kas di 3,60% hingga tahun 2026.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: