STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak menguat pada perdagangan awal 2026, Jumat (2/1/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (3/1/2026) WIB. Sentimen ini ditopang ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat serta meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah ketegangan geopolitik global.
Mengutip CNBC International, harga emas spot tercatat stabil di level US$4.313,29 per ons pada pukul 01.46 waktu AS. Sebelumnya, harga sempat naik hingga US$4.402,06 per ons dalam sesi perdagangan yang sama. Emas batangan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$4.549,71 per ons pada 26 Desember dan membukukan kenaikan 64% sepanjang 2025.
Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari ditutup melemah 0,3% ke level US$4.329,6 per ons.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menilai pasar masih fokus pada peluang pemangkasan suku bunga. “Kami terus melihat pembicaraan pasar mengenai pemangkasan suku bunga pada Maret dan mungkin satu kali lagi tahun ini. Kombinasi itu, ditambah pembicaraan besar mengenai risiko pasar akibat tarif dan utang AS yang berlanjut, mendorong emas, perak, platinum, dan paladium bergerak lebih tinggi,” ujar Bart Melek.
Pasar memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga The Fed masing-masing sebesar 25 basis poin. Kondisi ini membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih menarik bagi investor.
Selain faktor suku bunga, emas juga mendapat dukungan dari situasi geopolitik. Ketegangan di Iran, belum adanya kesepakatan damai Rusia-Ukraina, serta persoalan di Gaza menjaga minat terhadap aset safe haven.
Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menyoroti sisi teknikal emas. “Secara teknikal, target kenaikan berikutnya bagi pembeli kontrak berjangka emas Februari adalah menciptakan penutupan di atas level resistensi kuat pada rekor kontrak di US$4.584,” tulis Jim Wyckoff dalam catatannya.
Di pasar fisik, emas diperdagangkan dengan premi di India dan China untuk pertama kalinya dalam sekitar dua bulan terakhir.
Harga perak spot naik 0,7% ke US$71,77 per ons, setelah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$83,62 pada Senin. Platinum melonjak 3,5% ke US$2.125,80 per ons, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi di US$2.478,50.
Sepanjang 2025, perak dan platinum mengungguli kinerja emas. Harga perak melesat lebih dari 147%, didorong statusnya sebagai mineral kritis di AS, keterbatasan pasokan, serta rendahnya persediaan saat permintaan industri dan investasi menguat. Platinum naik 127% sepanjang tahun lalu.
Harga paladium turut menguat hampir 2% ke level US$1.636,43 per ons. Pada penutupan tahun sebelumnya, paladium mencatatkan kenaikan 76%, menjadi lonjakan terbesar dalam 15 tahun terakhir.
Meski dibuka menguat di awal tahun, seluruh logam mulia berpotensi mencatatkan pelemahan secara mingguan setelah reli kuat di akhir tahun.
