Bos KRYA dan LABA Dideportasi, Manajemen Buka Suara!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Kabar mengejutkan datang dari dunia pasar modal Indonesia. Dua emiten, PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) dan PT Green Power Group Tbk (LABA), tengah menjadi sorotan. Pa...
An Shaohong sendiri bukan orang baru dalam skema bisnis kedua perusahaan. Ia dikenal sebagai tokoh kunci dalam rencana akuisisi saham mayoritas KRYA oleh konsorsium asing. Ia juga memiliki peran strategis di Rich Step International Ltd yang terlibat dalam proses due diligence akuisisi tersebut pada Juli 2025.
Selain itu, akuisisi KRYA oleh Green City SG Pte. Ltd. (GCSG) pada Agustus 2025 juga membawa arah bisnis baru ke sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik. Meski demikian, manajemen memastikan strategi transformasi bisnis ini tidak akan terganggu oleh kasus personal An Shaohong.
"Tim manajemen operasional tetap berada dalam kendali penuh dan mampu menjalankan seluruh aktivitas Perseroan secara normal," tutup William Teng, Direktur Utama KRYA.
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro