STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup pada zona positif pada perdagangan Senin (5/1/2026) waktu setempat. Para pelaku pasar memantau ketat perkembangan geopolitik di Venezuela.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa ditutup menguat 0,94% ke level 601,76 saat bel penutupan di London.
Mayoritas bursa utama di kawasan ini berakhir menghijau. Indeks DAX Jerman memimpin penguatan sebesar 1,34% ke posisi 24.868,69. Indeks FTSE 100 Inggris naik 0,54% dan menembus level psikologis 10.004,57. Sementara itu indeks CAC 40 Perancis meningkat tipis 0,20%.
Pasar keuangan dan minyak global bereaksi atas penggulingan Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat. Operasi militer tersebut terjadi pada akhir pekan lalu. Pasukan Amerika Serikat menangkap Presiden Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Keduanya kini didakwa atas tuduhan perdagangan narkoba di New York.
Presiden Donald Trump memberikan pernyataan resmi dalam konferensi pers hari Sabtu. Amerika Serikat akan mengambil peran dalam pemerintahan transisi di negara Amerika Latin tersebut. Rencana ini bertujuan menjamin stabilitas wilayah secara menyeluruh.
“menjalankan” Venezuela “sampai tiba saatnya kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” ujar Trump. Pernyataan ini menjadi fokus perhatian para investor di seluruh dunia.
Saham sektor pertahanan Eropa menjadi primadona pada perdagangan awal pekan ini. Saham Rheinmetall melonjak hingga 9,3%. Saham Hensoldt AG dan Renk masing-masing naik 8,2% dan 8%. Indeks Dirgantara dan Pertahanan Stoxx Europe mencapai level tertinggi sejak Oktober lalu dengan kenaikan total 4%.
Kenaikan tajam juga terjadi pada saham pembuat katup industri asal Swiss, VAT Group. Perusahaan ini memimpin Stoxx 600 dengan kenaikan 12,1% pada akhir sesi. Produsen kimia asal Inggris, Johnson Matthey, menyusul dengan penguatan harga saham sebesar 5,4%.
Harga minyak dunia merangkak naik pada perdagangan Senin. Investor menimbang dampak penggulingan Maduro terhadap pengiriman minyak dari anggota OPEC tersebut. Venezuela saat ini memproduksi kurang dari 1 juta barel minyak per hari.
Sisi data ekonomi kawasan Eropa cenderung tenang sepanjang hari. Pelaku pasar hanya mencermati rincian data angka pengangguran dari Spanyol. Sebagian besar investor lebih memilih fokus pada dampak jangka panjang dari perubahan kepemimpinan di Venezuela.
