STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) membawa kabar segar bagi pelaku pasar modal. Otoritas bursa memutuskan untuk mencabut penghentian sementara perdagangan saham dua emiten sekaligus. Kedua saham tersebut adalah PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) dan PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE).
Perdagangan kedua saham ini akan efektif dibuka kembali mulai sesi I pada tanggal 7 Januari 2026. Pencabutan suspensi berlaku baik di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Keputusan ini diambil setelah bursa melakukan penilaian terhadap kondisi pasar kedua emiten.
Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A. menyampaikan hal tersebut dalam keterbukaan informasi, Selasa (6/1/2026). Pihaknya menegaskan perdagangan saham dapat dilanjutkan kembali.
“Maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 7 Januari 2026,” ujarnya.
Sebelumnya, kedua saham ini sempat “digembok” oleh bursa. Penyebabnya adalah terjadinya lonjakan harga kumulatif yang signifikan. Saham FIRE sempat dihentikan sementara pada 6 Januari 2026 dalam rangka cooling down. Sementara itu, saham KIOS telah mengalami suspensi lebih lama, yakni sejak 15 Desember 2025.
Harga Saham
Kinerja saham KIOS mencatat penguatan signifikan sebelum disuspensi pada 12 Desember 2025. Harga terakhir berada di level Rp 266 per saham. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp 52 atau setara 24,30%.
Saham emiten teknologi ini dibuka di angka Rp 266. Harga terendah tercatat di Rp 234 dan tertinggi di Rp 266. Volume perdagangan mencapai 107.041.600 saham.
Pada perdagangan sebelumnya, 11 Desember 2025, saham KIOS ditutup di level Rp 214. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi berada di Rp 266 dan terendah di Rp 50 pada 2 Januari 2025. Rentang harga 52 minggu berada di kisaran Rp 50 hingga Rp 266. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 286.179.547.360.
Kondisi serupa terjadi pada saham FIRE. Pada penutupan perdagangan Senin, 5 Januari 2026, saham ini melonjak tajam. FIRE ditutup di level Rp 234, naik 60 poin atau 34,48% dari harga penutupan sebelumnya di Rp 174 pada 2 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp 175 dan bergerak di rentang Rp 175 hingga Rp 234.
Volume perdagangan FIRE tercatat sangat besar, mencapai 245.825.000 saham. Harga Rp 234 menjadi level tertinggi tahun berjalan yang dicapai pada 5 Januari 2026. Sementara itu, harga terendah tahun berjalan berada di Rp 174 pada 2 Januari 2026. Dalam 52 minggu terakhir, FIRE bergerak di kisaran Rp 65 hingga Rp 234. Lonjakan harga tersebut turut mendorong nilai kapitalisasi pasar FIRE menjadi Rp 345.234.983.886.
