Harga Emas Dunia Bergerak Stagnan

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak mendatar pada akhir perdagangan Selasa (7/4/2026) waktu setempat atau Rabu (8/4/2026) WIB. Investor bersikap hati-hati menjelang batas waktu yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Iran. Pelaku pasar mengantisipasi risiko serangan terhadap infrastruktur Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.

Mengutip CNBC International, harga emas spot berada di posisi USD 4.648,32 per ons troi. Sebelumnya, harga logam mulia ini sempat menguat 1% pada awal sesi. Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup melemah 0,3% ke level USD 4.670,90 per ons troi.

Kondisi pasar saat ini dipengaruhi oleh ancaman militer AS terhadap Iran. Trump memberikan peringatan keras akan menghancurkan peradaban Iran jika kesepakatan menit terakhir tidak tercapai. Batas waktu tersebut jatuh pada Selasa pukul 20.00 waktu setempat.

Jim Wyckoff, Analis Senior di Kitco Metals, memberikan analisanya terkait situasi ini. Ia menilai pasar sedang dalam posisi menunggu perkembangan terbaru.

“Pasar emas sedang menunggu perkembangan menjelang tenggat waktu pukul 8 malam Waktu Timur yang ditetapkan AS malam ini. Pasar sedang tertahan karena para pedagang menunggu untuk melihat apa yang terjadi,” ujar Jim Wyckoff.

Wyckoff menambahkan fokus pedagang emas kini terbagi. Selain isu geopolitik, kebijakan suku bunga bank sentral tetap menjadi perhatian utama.

“Pedagang emas lebih fokus pada apa yang mungkin dilakukan bank sentral dengan suku bunga mereka daripada masalah geopolitik,” tambah Wyckoff.

Lonjakan harga minyak akibat konflik Iran turut memicu kekhawatiran pasokan energi. Biaya energi yang tinggi dapat mendorong kenaikan inflasi secara global. Hal ini membuat bank sentral memiliki ruang gerak yang sempit untuk memangkas suku bunga.

Emas sejatinya merupakan aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, daya tariknya cenderung berkurang dalam lingkungan suku bunga tinggi. Logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil atau bunga bagi para pemegangnya.

Investor kini juga menantikan rilis risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) bulan Maret pada Rabu besok. Data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS akan dirilis pada Kamis mendatang. Selain itu, laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Maret dijadwalkan keluar pada Jumat.

Di sisi lain, minat terhadap emas masih didukung oleh aksi beli bank sentral. Data terbaru menunjukkan bank sentral China terus menambah cadangan emas mereka. Pembelian ini telah berlangsung selama 17 bulan berturut-turut.

Berbeda dengan emas, harga logam mulia lainnya justru mengalami tekanan cukup dalam. Harga perak spot merosot 2,7% menjadi USD 70,83 per ons troi. Platinum juga turun 3,4% ke posisi USD 1.911,37 per ons troi.

Pelemahan paling signifikan dialami oleh paladium. Harga paladium spot jatuh hingga 4,3% ke level USD 1.421,75 per ons troi. Kondisi pasar logam secara keseluruhan masih dibayangi ketidakpastian situasi di Timur Tengah.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak WTI Terjun Bebas 19%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS)...

Menanti Deadline Perang AS-Iran, Harga Emas Dunia Terkoreksi Tipis

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak melemah pada...

Trump Ancam Bom Infrastruktur Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat tipis...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru