STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin (5/1/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (6/1/2026) WIB. Ketegangan geopolitik meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Venezuela.
Situasi tersebut mendorong investor kembali memburu aset aman. Emas menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian global.
Mengutip CNBC International, harga emas spot melonjak 2,7% ke level US$4.444,52 per ons. Posisi ini menjadi yang tertinggi sejak 29 Desember. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari ditutup menguat 2,8% ke US$4.451,5 per ons.
Trader logam mulia Heraeus Metals Germany, Alexander Zumpfe, menilai isu Venezuela menambah tekanan di pasar global.
“Situasi di sekitar Venezuela jelas telah mengaktifkan kembali permintaan aset aman, namun hal ini terjadi di atas kekhawatiran yang ada mengenai geopolitik, pasokan energi, dan kebijakan moneter,” ujar Zumpfe.
Amerika Serikat menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu lalu. Langkah ini menjadi intervensi paling langsung Washington di Amerika Latin sejak invasi Panama pada 1989.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan potensi serangan lanjutan. Peringatan disampaikan jika Caracas melakukan perlawanan terhadap rencana pembukaan industri minyak.
Emas tetap diminati sebagai aset penyimpan nilai. Logam mulia ini cenderung menguat di lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil bunga.
Pelaku pasar kini menanti rilis data nonfarm payrolls Amerika Serikat periode Desember. Data tersebut dijadwalkan rilis pada Jumat.
Zumpfe menilai peluang rekor baru tetap terbuka. Rekor tertinggi emas sebelumnya berada di level US$4.549,71 per ons pada 26 Desember.
“Langkah lain menuju rekor tertinggi baru kemungkinan besar akan dipicu jika ketegangan geopolitik meluas lebih jauh atau jika data AS yang masuk memperkuat ekspektasi bank sentral AS (Fed) harus melonggarkan kebijakan lebih agresif daripada yang diperkirakan saat ini,” kata Zumpfe.
Pasar saat ini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini.
Logam mulia lain ikut menguat. Harga perak melonjak 5,2% ke level US$76,37 per ons. Sepanjang 2025, harga perak telah melesat 147%.
Kenaikan perak didorong perannya sebagai mineral kritis Amerika Serikat dan kondisi defisit pasokan di pasar global.
Harga platinum spot menguat 5,9% ke level US$2.269,55 per ons. Sementara itu, harga paladium naik 3,4% ke posisi US$1.694,75 per ons.
Seluruh sektor logam mulia kembali menjadi perhatian utama investor global.
