STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak turun tipis menjauhi level tertingginya dalam hampir dua pekan terakhir pada penutupan perdagangan Kamis (27/11/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (28/11/2025) WIB.
Para investor tampaknya sedang mengambil napas sembari menimbang peluang pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS). Volume perdagangan juga tidak terlalu ramai karena pasar Negeri Paman Sam sedang libur perayaan Thanksgiving.
Mengutip CNBC International, harga emas di pasar spot tercatat turun 0,2% menjadi US$4.156,89 per ounce. Kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Desember ikut melemah 0,3% ke US$4.153,6 per ounce.
Analis Julius Baer, Carsten Menke, memberikan pandangannya terkait pergerakan harga ini. Menurutnya, pasar masih dalam fase penyesuaian. “Kami masih memperkirakan konsolidasi yang dimulai dengan kemunduran bulan Oktober akan berlanjut karena debu dari kemunduran itu belum sepenuhnya mereda,” ujar Menke.
Sejak mencetak rekor tertinggi di US$4.381,21 pada 20 Oktober, harga emas sudah turun 5% meski masih bertahan di atas level kunci US$4.000 per ounce.
Menke menambahkan fundamental pendukung emas sebenarnya masih sangat kuat. Faktor-faktor ekonomi makro masih berpihak pada logam kuning ini. “Faktor-faktor yang kami lihat mendukung pasar emas sebagian besar tidak berubah, termasuk pertumbuhan AS yang melambat yang mengarah pada suku bunga yang lebih rendah dan dolar AS yang lebih lemah, permintaan aset safe-haven yang berkelanjutan, dan pembelian bank sentral yang terus kuat,” tambah Menke.
Sentimen pemangkasan suku bunga memang menjadi motor penggerak utama. Kevin Hassett, kandidat kuat pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed, dikabarkan sejalan dengan Presiden Donald Trump dalam mendukung pemangkasan bunga.
Dukungan juga datang dari pejabat The Fed lainnya. Komentar Presiden Bank Federal Reserve San Francisco Mary Daly dan Gubernur Fed Christopher Waller pekan ini turut memperkuat ekspektasi pasar.
Alat CME FedWatch menunjukkan optimisme yang tinggi dari para pedagang. Peluang pemangkasan suku bunga bulan depan kini diprediksi mencapai 85%. Angka ini melonjak drastis dari hanya 30% pada pekan sebelumnya.
Sebagai informasi, emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga biasanya menjadi primadona saat suku bunga rendah.
Pasar AS sendiri tutup pada hari Kamis untuk libur Thanksgiving dan akan beroperasi dengan jadwal setengah hari pada Jumat.
Berbeda nasib dengan emas, logam mulia lainnya justru menghijau. Harga perak naik 0,2% ke US$53,44 per ounce. Platinum menguat 1,2% ke US$1.608,02. Palladium bertambah 1,1% ke US$1.438,57.
