Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak Februari
Laporan pada Kamis menunjukkan inflasi AS melambat pada Juni. Namun, penurunan ini kemungkinan hanya sementara. Pecahnya pertempuran di Timur Tengah kembali mengerek harga minyak.
Warsh pekan ini menegaskan komitmen kuat untuk menurunkan inflasi. Meski begitu, ia tidak memberikan sinyal akan segera menaikkan suku bunga.
Indeks dolar AS menguat 0,5% setelah sempat jatuh 2,4% pada Kamis. Penurunan Kamis merupakan yang terdalam sejak Januari 2023. Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Pelaku pasar kini melihat peluang 65% kenaikan suku bunga AS pada September. Angka ini turun drastis dari pekan sebelumnya yang mencapai lebih dari 80%. Hal ini merujuk pada data CME FedWatch tool.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90