STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa (10/2/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (11/2/2026) WIB. Penurunan ini terjadi karena pasar melakukan konsolidasi menjelang rilis data ketenagakerjaan dan inflasi Amerika Serikat (AS). Data tersebut akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Mengutip CNBC International, harga emas spot turun 0,71% ke posisi USD 5.028,43 per ons troi. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman April ditutup melemah 0,42% menjadi USD 5.057,90 per ons troi.
Para pelaku pasar kini sedang bersiap menyambut serangkaian data ekonomi penting. Laporan penggajian non-pertanian (nonfarm payrolls) Januari akan dirilis pada Rabu waktu setempat. Selain itu, data Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari dijadwalkan terbit pada Jumat mendatang.
David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, memberikan penjelasannya mengenai situasi pasar saat ini. Ia melihat adanya aksi ambil untung sementara oleh para investor.
“Kita melihat sedikit penarikan atau konsolidasi menjelang banyaknya data ekonomi utama yang akan dirilis akhir pekan ini,” ujar David Meger.
Kondisi ekonomi AS sendiri menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Penjualan ritel AS secara mengejutkan tidak berubah pada Desember lalu. Hal ini membuat belanja konsumen dan ekonomi secara keseluruhan berada pada jalur pertumbuhan yang lebih lambat memasuki tahun baru.
Prospek ekonomi yang lebih lunak memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga. Para pedagang memperkirakan akan ada dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas karena mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan bunga tersebut.
David Meger menambahkan pelemahan mata uang dolar AS masih menjadi faktor pendukung bagi emas. Ketegangan geopolitik juga ikut menjaga harga tetap stabil di atas level psikologis.
“Kelemahan dalam dolar AS kemungkinan akan terus menopang harga,” tutur Meger.
Di sisi lain, minat terhadap emas tetap tinggi di pasar Asia. Data industri menunjukkan investor India berbondong-bondong membeli reksa dana indeks (ETF) emas pada Januari. Arus masuk ke dana emas melampaui dana ekuitas untuk pertama kalinya seiring lonjakan harga.
London Bullion Market Association melaporkan stok emas di brankas London naik 0,6% menjadi 9.158 ton pada akhir Januari. Sebaliknya, stok perak turun 0,3% menjadi 27.729 metrik ton.
Harga perak spot merosot 3,05% ke posisi USD 80,83 per ons troi. Penurunan ini terjadi setelah perak sempat melonjak hampir 7% pada sesi sebelumnya. Standard Chartered memberikan catatan mengenai kerentanan harga perak dalam jangka pendek.
“Arus keluar (produk yang diperdagangkan di bursa) perak membuat perak rentan terhadap volatilitas dalam jangka pendek dan penting untuk dilacak, tetapi pasar yang kekurangan pasokan menunjukkan pemulihan dalam beberapa bulan mendatang,” tulis Standard Chartered.
Logam mulia lainnya juga berakhir di zona merah. Harga platinum spot anjlok 1,99% menjadi USD 2.081,55 per ons troi. Sementara itu, harga paladium terpangkas 1,72% ke level USD 1.710,33 per ons troi.
