Harga Emas Naik, Imbas Data Penjualan Ritel AS
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Selasa (18/6/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (19/6/2024) WIB. Kenaikan ini terjadi setelah data penjualan r...
Menurut alat CME FedWatch, saat ini para trader memperkirakan ada sekitar 67% kemungkinan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada bulan September. Penurunan suku bunga ini dapat mengurangi biaya kesempatan untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga.
Harga emas saat ini turun 6% dari rekor tertinggi US$2.449,89 per ounce yang dicapai pada 20 Mei lalu. Penurunan ini terjadi meskipun ada hambatan seperti dolar yang kuat dan suku bunga yang tinggi.
Permintaan emas juga dipengaruhi oleh keputusan bank sentral China yang menghentikan pembelian emas pada bulan Mei. Namun, survei tahunan oleh World Gold Council (WGC) menunjukkan bahwa sebagian besar responden bank sentral mengharapkan cadangan emas mereka meningkat dalam 12 bulan ke depan.
- 1
- 2
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...