Harga Emas Naik Tajam, Dolar Melemah dan Investor Cari Aset Aman
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melonjak lebih dari 2% pada penutupan perdagangan Senin (5/5/2025) waktu setempat, atau Selasa pagi (6/5/2025) WIB. Kenaikan ini dipicu oleh pelemahan dolar...
“Kami melihat aliran permintaan aset aman terus berlanjut dan menjaga harga emas tetap tinggi... Harga kemungkinan akan tetap di atas level US$3.000 dalam waktu dekat,” ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.
Pasar kini menanti komentar dari Ketua The Fed Jerome Powell yang dijadwalkan pada Rabu. Investor berharap bisa mendapatkan petunjuk arah kebijakan suku bunga ke depan.
Sejak Desember lalu, The Fed telah menahan suku bunga di kisaran 4,25%–4,50%. Pertemuan pekan ini diperkirakan belum akan menghasilkan perubahan. Namun, situasi bisa berubah dengan adanya ketidakpastian akibat kebijakan tarif baru dari Trump.
Emas dikenal sebagai aset lindung nilai saat terjadi ketidakpastian ekonomi dan cenderung menguat ketika suku bunga rendah. Sepanjang tahun ini, harga emas sudah naik lebih dari 26% dan beberapa kali mencetak rekor baru.
Goldman Sachs memperkirakan emas masih akan mengungguli perak. Namun, bank investasi ini juga mencatat bahwa permintaan yang tinggi terhadap emas kemungkinan besar akan ikut mendorong harga perak naik di tahun 2025.
- 1
- 2
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- BEI Soroti Volatilitas Saham NICK, Manajemen Beri Klarifikasi
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...