Harga Emas Stabil, Investor Pantau Perkembangan Negosiasi Damai Rusia-Ukraina
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bertahan stabil pada penutupan perdagangan Rabu (19/2/2025) waktu setempat, atau Kamis pagi (20/2/2025) WIB. Pergerakan ini dipengaruhi ketidakpastian geopol...
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bertahan stabil pada penutupan perdagangan Rabu (19/2/2025) waktu setempat, atau Kamis pagi (20/2/2025) WIB. Pergerakan ini dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan negosiasi damai antara AS dan Rusia. Investor masih menanti perkembangan terbaru terkait perang di Ukraina.
Mengutip CNBC International, harga emas spot tercatat di US$2.938,13 per ons pada pukul 08.31 GMT, hanya terpaut US$4 dari rekor tertinggi sepanjang masa di US$2.942,70 yang dicapai pekan lalu. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS naik 0,2% menjadi US$2.956,20 per ons.
Kenaikan harga emas tertahan setelah pemerintahan Donald Trump sepakat untuk kembali menggelar pembicaraan damai dengan Rusia. Namun, hingga kini belum ada kesepakatan jelas yang dapat menghentikan perang di Ukraina.
Menurut Ajay Kedia, Direktur Kedia Commodities, kenaikan emas masih terbatas karena ketidakpastian pembicaraan damai. Jika ada kesepakatan konkret, harga emas bisa tertekan. Namun, selama perang masih berlanjut, emas tetap menjadi aset lindung nilai favorit investor.
Secara teknikal, emas diprediksi bergerak dalam kisaran US$2.890 sebagai level support dan US$2.970 sebagai level resistance. Analis memperkirakan aksi ambil untung bisa terjadi dalam waktu dekat karena ketidakpastian geopolitik mulai sedikit mereda.
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...