Harga Emas Stabil, Kekhawatiran Perang Dagang Jadi Penopang
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia stabil setelah sempat turun lebih dari 1% pada penutupan perdagangan Rabu (12/2/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (13/2/2025) WIB. Pasar masih merespons d...
Presiden AS, Donald Trump, baru saja menaikkan tarif impor baja dan aluminium menjadi 25%. Pemerintahannya kini sedang menyusun kebijakan tarif balasan yang bisa memicu ketegangan dagang lebih lanjut.
Meski emas saat ini tertahan, para investor masih optimistis harga bisa menembus level psikologis US$3.000 per ons. Namun, ada juga risiko koreksi karena pasar masih bergejolak.
Analis RJO Futures, Daniel Pavilonis, menilai penurunan harga emas beberapa ratus dolar dari level puncaknya bukan hal yang mengejutkan. Ketakutan akan inflasi, utang, dan ketidakstabilan geopolitik tetap menjadi alasan utama orang berinvestasi di emas.
Selain emas, perak spot naik 1,3% ke US$32,23 per ons. Platinum juga menguat 1,5% ke US$998 per ons, sementara paladium turun tipis ke US$975,31 per ons.
- 1
- 2
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street
- Harga Emas Dunia Kembali Berkilau, Ternyata Ini Penyebabnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026