Senin, Januari 19, 2026
30.5 C
Jakarta

Harga Melonjak Tajam, BEI Awasi Pergerakan 4 Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyalakan sinyal waspada bagi para pelaku pasar. Otoritas bursa memasukkan empat saham sekaligus ke dalam kategori Unusual Market Activity (UMA). Langkah ini diambil lantaran terjadi lonjakan harga yang dinilai tidak wajar pada saham-saham tersebut.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono mengumumkan hal tersebut dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Senin (19/1/2026). Keempat emiten yang kini dalam pengawasan ketat adalah PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Estee Gold Feet Tbk (EURO), dan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS).

Yulianto menegaskan, penetapan status ini dilakukan dalam rangka perlindungan investor. Pihaknya saat ini sedang memantau ketat pola transaksi keempat saham tersebut. Meski demikian, status UMA bukan berarti emiten tersebut pasti melakukan pelanggaran aturan.

Terkait hal ini, Yulianto mengatakan, “Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.”

Bursa menghimbau para investor untuk lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan investasi pada saham-saham ini. Investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, investor perlu mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya.

Bursa juga meminta investor mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan jika belum mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Segala kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari harus dipertimbangkan matang-matang.

Berdasarkan data bursa, informasi terakhir mengenai BELL dan DGNS dipublikasikan pada 8 Januari 2026. Informasi tersebut perihal laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Sementara itu, informasi terakhir mengenai VISI tercatat pada 14 Januari 2026. Laporan tersebut berisi tentang penggunaan dana hasil penawaran umum. Adapun untuk EURO, informasi terakhir muncul pada 9 Januari 2026 terkait laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.

Harga Saham

Pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, saham BELL, VISI, EURO, dan DGNS mencatat lonjakan harga signifikan. Saham BELL ditutup di Rp110, naik Rp28 atau 34,15% dari penutupan sebelumnya di Rp82. Saham ini dibuka di Rp85, bergerak di rentang Rp85 hingga Rp110. Volume transaksi mencapai 669.025.000 saham. Sepanjang tahun berjalan, BELL menyentuh level tertinggi Rp110 dan terendah Rp69. Dalam 52 minggu terakhir, harga bergerak di kisaran Rp35 hingga Rp110. Kapitalisasi pasar tercatat Rp797.500.000.000.

Saham VISI juga menguat tajam. Harga terakhir berada di Rp322, naik Rp64 atau 24,81% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp258. Saham ini dibuka di Rp266, dengan harga terendah Rp260 dan tertinggi Rp322. Volume perdagangan tercatat 5.836.800 saham. Sepanjang tahun berjalan, VISI mencapai harga tertinggi Rp322 dan terendah Rp187. Rentang harga 52 minggu berada di Rp105 hingga Rp322. Nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp990.150.000.000.

Penguatan turut terjadi pada saham EURO. Harga saham EURO berada di Rp650, naik Rp55 atau 9,24% dari penutupan sebelumnya di Rp595. Saham ini dibuka di Rp650, dengan pergerakan harian di kisaran Rp630 hingga Rp650. Volume transaksi tercatat 7.059.400 saham. Harga tertinggi tahun berjalan berada di Rp650 dan terendah Rp286. Dalam 52 minggu, harga bergerak dari Rp107 hingga Rp650. Kapitalisasi pasar mencapai Rp1.656.737.178.200.

Sementara itu, saham DGNS ditutup menguat di Rp272. Harga naik Rp16 atau 6,25% dari posisi sebelumnya di Rp256. Saham ini dibuka di Rp258, sempat menyentuh level terendah Rp256 dan tertinggi Rp300. Volume perdagangan mencapai 25.925.400 saham. Sepanjang tahun berjalan, DGNS mencatat harga tertinggi Rp272 dan terendah Rp186. Rentang harga 52 minggu berada di Rp121 hingga Rp300. Kapitalisasi pasar tercatat Rp340.000.000.000.

- Advertisement -

Artikel Terkait

MINA Tunjuk Astini Bernawati Jadi Dirut Baru, Alokasikan 67% Dana Rights Issue untuk Borong Lahan

STOCKWATCH.ID, JAKARTA – PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) resmi...

Prajogo Pangestu Borong 3 Juta Saham BRPT, Kucurkan Dana Segini!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Taipan Prajogo Pangestu kembali menambah pundi-pundi...

Tambah Investasi, Pengendali Borong 50 Juta Lembar Saham BOLT, Habiskan Dana Rp50 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Garuda Multi Investama, pemegang saham pengendali PT...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru