Harga Minyak Dunia Beda Nasib, WTI Melorot Tapi Brent Mendaki
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia berakhir beragam pada penutupan perdagangan Senin (11/3/2024) waktu setempat atau Selasa pagi (12/3/2024) WIB. Mengutip CNBC International, harga minyak...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia berakhir beragam pada penutupan perdagangan Senin (11/3/2024) waktu setempat atau Selasa pagi (12/3/2024) WIB.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April 2024 ditutup turun sebesar 8 sen menjadi US$77,93 per barel di New York Mercantile Exchange.
Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei 2024 mendaki sebesar 13 sen menjadi US$82,21 per barel di London ICE Futures Exchange.
Harga minyak dunia cenderung stabil dalam beberapa waktu terakhir. Ketegangan yang berlarut-larut di Timur Tengah dan perlambatan permintaan dari Tiongkok berdampak pada minimnya perubahan harga minyak. Di samping itu, aktivitas kilang minyak di Amerika Serikat juga mengalami peningkatan.
Kelompok militer Houthi terus melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Laut Merah dan Teluk Aden sejak beberapa bulan terakhir. Hal ini turut memengaruhi dinamika pasokan minyak di kawasan tersebut. Sementara itu, impor minyak Tiongkok menunjukkan tanda-tanda pelemahan, yang menjadi faktor lain yang mempengaruhi harga minyak secara global.
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro