Harga Minyak Dunia Merosot Tajam! Pasar Yakin Libya Segera Pulih
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia merosot tajam lebih dari 2% pada penutupan perdagangan hari Selasa (27/8/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (28/8/2024) WIB. Penurunan ini terjadi...
Goldman Sachs memperkirakan bahwa gangguan produksi di Libya bersifat sementara, dengan penurunan produksi sebesar 600.000 barel per hari pada September dan 200.000 barel per hari pada Oktober. Goldman juga merevisi perkiraan harga minyak Brent untuk tahun ini menjadi US$70 hingga US$85 per barel, dengan rata-rata US$77 per barel pada 2025.
Faktor lain yang menekan harga minyak global termasuk pasokan minyak dari AS yang melebihi ekspektasi, serta melemahnya permintaan di China akibat peralihan ke kendaraan listrik. Daan Struyven, kepala riset minyak di Goldman Sachs, menjelaskan, "Efisiensi produksi minyak di AS telah meningkat, sehingga menambah tekanan pada harga minyak dunia."
- 1
- 2
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street
- Harga Emas Dunia Kembali Berkilau, Ternyata Ini Penyebabnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026