Harga Minyak Dunia Merosot Tajam! Pasar Yakin Libya Segera Pulih
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia merosot tajam lebih dari 2% pada penutupan perdagangan hari Selasa (27/8/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (28/8/2024) WIB. Penurunan ini terjadi...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia merosot tajam lebih dari 2% pada penutupan perdagangan hari Selasa (27/8/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (28/8/2024) WIB. Penurunan ini terjadi setelah muncul harapan bahwa penghentian produksi minyak di Libya hanya akan berlangsung sementara.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober anjlok US$1,89 atau 2,44%, menjadi US$75,53 per barel, di New York Mercantile Exchange.
Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober longsor sebesar US$1,88 atau 2,31% mencapai US$79,55 per barel, di London ICE Futures Exchange.
Pasar sempat melonjak pada sesi sebelumnya setelah adanya laporan bahwa Libya, anggota OPEC, berencana menghentikan produksi dan ekspor minyaknya. Libya, yang memproduksi sekitar 1,2 juta barel minyak per hari, merupakan pemasok utama minyak untuk pasar global, terutama negara-negara Eropa. Kenaikan harga minyak AS disebabkan oleh importir yang mencari alternatif pasokan dari Libya.
Namun, harapan bahwa gangguan produksi di Libya tidak akan berlangsung lama membuat pasar kembali tenang. Sara Vakhshouri, pendiri SVB Energy International, menyatakan, "Pasar memperkirakan gangguan ini tidak akan berlangsung lama."
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street
- Harga Emas Dunia Kembali Berkilau, Ternyata Ini Penyebabnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem