STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) buka suara terkait pergerakan harga sahamnya yang melonjak tajam belakangan ini. Manajemen menilai kenaikan harga tersebut merupakan hasil dari dinamika pasar yang normal.
Yohanes Eddy Christianto, Presiden Direktur TRUE, menjelaskan hal tersebut dalam tanggapan atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut.
“Perseroan menilai penyebab dari pergerakan harga saham Perseroan merupakan hasil dari mekanisme pasar yang wajar,” tulis Yohanes dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (21/1).
Ia menambahkan mekanisme ini dapat dipengaruhi oleh kondisi pasar modal secara umum. Selain itu, faktor permintaan dan penawaran di bursa juga turut memicu pergerakan harga.
Sebelumnya, BEI memutuskan melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham TRUE mulai sesi I tanggal 13 Januari 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi investor. Otoritas bursa melihat terjadi peningkatan harga kumulatif yang sangat signifikan pada saham emiten properti ini.
Berdasarkan data perdagangan, saham TRUE memang sempat mengamuk pada Senin (12/1). Saham ini melonjak 18,30% atau naik 82 poin ke level Rp530. Padahal, pada posisi sebelumnya saham ini berada di angka Rp448.
Pada hari tersebut, TRUE dibuka di level Rp478 dan bergerak lincah di kisaran Rp418 hingga Rp535. Volume perdagangan terpantau sangat gemuk mencapai 510,25 juta saham. Level Rp530 tersebut merupakan harga tertinggi TRUE sepanjang tahun berjalan.
Jika ditarik lebih jauh, dalam rentang 52 minggu terakhir, saham ini bergerak sangat fluktuatif di kisaran Rp12 hingga Rp535. Saat ini, kapitalisasi pasar TRUE tercatat mencapai sekitar Rp4,01 triliun.
