back to top

Harganya Melonjak Tak Wajar, BEI Awasi Ketat Pergerakan Saham BIPI Hingga NICL

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan enam saham emiten pada perdagangan hari ini. Otoritas bursa mengumumkan adanya peningkatan harga di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perlindungan bagi para investor.

Keenam saham yang masuk dalam pengawasan ketat tersebut adalah PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU). Selain itu, terdapat PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY), PT PAM Mineral Tbk (NICL), PT Victoria Insurance Tbk (VINS), serta PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Pengumuman status UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

Pande Made Kusuma Ari A., Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, memberikan penjelasan terkait kondisi ini. Pihak bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi pada saham-saham tersebut. Investor diharapkan untuk terus memantau setiap keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan.

“Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga pada saham yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” ujar Pande Made dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (7/1/2026).

Bursa mengimbau para investor memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa. Investor juga perlu mencermati kinerja perusahaan dan mengkaji kembali rencana aksi korporasi yang belum mendapatkan persetujuan RUPS. Segala kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari harus dipertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan investasi.

Masing-masing emiten memiliki catatan informasi terakhir yang berbeda. GRPM memberikan penjelasan atas volatilitas transaksi pada 6 Januari 2026. Saham FORU dan NICL menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek pada tanggal yang sama. Sementara itu, NELY melaporkan perubahan kepemilikan saham pada 30 Desember 2025. VINS menyerahkan laporan keuangan interim auditan pada 24 Desember 2025, dan BIPI melaporkan registrasi pemegang efek pada 10 Desember 2025.

Harga Saham

Perdagangan saham pada Selasa (6/1/2026) menunjukkan lonjakan signifikan pada keenam saham ini. Saham GRPM ditutup menguat Rp10 atau 9,90% ke level Rp111. Harga pembukaan berada di Rp111. Saham ini sempat bergerak di rentang Rp96 hingga Rp111. Volume perdagangan mencapai 33.081.100 saham. Harga penutupan sebelumnya berada di Rp101. Sepanjang tahun berjalan, GRPM mencatat harga terendah Rp92 dan tertinggi Rp111. Dalam 52 minggu terakhir, harga bergerak di kisaran Rp42 hingga Rp111. Kapitalisasi pasar tercatat Rp171.505.119.204.

FORU naik Rp120 atau 7,19% ke Rp1.790. Saham dibuka di Rp1.700. Harga tertinggi menyentuh Rp2.000 dan terendah Rp1.700. Volume transaksi tercatat 1.405.000 saham. Penutupan sebelumnya berada di Rp1.670. Sejak awal tahun, harga terendah berada di Rp1.670 dan tertinggi Rp1.790. Rentang harga 52 minggu berada di level Rp610 hingga Rp4.190. Kapitalisasi pasar mencapai Rp832.750.960.000.

NELY ditutup naik Rp10 atau 1,96% ke Rp520. Harga pembukaan tercatat Rp515. Saham bergerak di kisaran Rp494 hingga Rp525. Volume perdagangan mencapai 20.342.200 saham. Harga penutupan sebelumnya berada di Rp510. Sepanjang tahun berjalan, harga terendah tercatat Rp464 dan tertinggi Rp520. Dalam 52 minggu, harga bergerak di rentang Rp330 hingga Rp555. Kapitalisasi pasar NELY sebesar Rp1.222.000.000.000.

NICL mencatat lonjakan tajam. Harga saham naik Rp365 atau 24,75% ke Rp1.840. Saham dibuka di Rp1.490. Harga terendah berada di Rp1.485 dan tertinggi Rp1.840. Volume transaksi mencapai 134.000.900 saham. Penutupan sebelumnya berada di Rp1.475. Sejak awal tahun, harga terendah tercatat Rp1.385. Harga tertinggi berada di Rp1.840. Dalam 52 minggu, saham bergerak dari Rp234 hingga Rp1.840. Kapitalisasi pasar NICL mencapai Rp19.569.586.628.880.

VINS menguat Rp28 atau 12,07% ke level Rp260. Harga pembukaan tercatat Rp234. Saham sempat menyentuh harga tertinggi Rp290 dan terendah Rp234. Volume perdagangan mencapai 33.645.500 saham. Harga penutupan sebelumnya berada di Rp232. Sepanjang tahun berjalan, harga terendah tercatat Rp173 dan tertinggi Rp260. Rentang harga 52 minggu berada di kisaran Rp94 hingga Rp290. Kapitalisasi pasar tercatat Rp403.891.997.340.

BIPI menjadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar. Harga melonjak Rp43 atau 34,68% ke Rp167. Saham dibuka di Rp136. Harga terendah berada di Rp131 dan tertinggi Rp167. Volume transaksi mencapai 3.768.939.700 saham. Penutupan sebelumnya tercatat Rp124. Sejak awal tahun, harga terendah berada di Rp92 dan tertinggi Rp167. Dalam 52 minggu, saham bergerak di kisaran Rp68 hingga Rp167. Kapitalisasi pasar BIPI mencapai Rp10.639.602.885.139.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dongkrak Free Float, Cinema XXI Mau Bagi-bagi Saham Gratis! Cek Tanggalnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA)...

Setahun Danantara, Saham BUMN Melonjak Dipimpin TINS dan Krakatau Steel!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara...

IHSG Sesi I Turun 0,81% ke 8.255,183 Dipicu Saham BUMI, DEWA, BBCA, BBRI dan TLKM

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru