STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi memiliki peluang untuk melakukan penguatan teknis jangka pendek pada perdagangan Rabu (8/4/2026). Pergerakan indeks hari ini akan sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memberikan pandangannya terkait arah pasar. Menurutnya, indeks berpotensi mengalami kenaikan terbatas menuju level resisten tertentu.
“IHSG berpotensi short term teknikal rebound ke 7020-7050,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Meski sempat dibuka menguat di level 7.001,278, IHSG pada perdagangan Selasa (7/4/2026) kembali parkir di zona merah. Indeks ditutup melemah 18,399 poin atau turun 0,26% ke level 6.971,027. Angka ini merosot dari penutupan hari sebelumnya di posisi 6.989,426.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di 7.022,041. Namun, indeks juga sempat tertekan hingga ke level terendah di 6.942,627. Pelemahan ini dipicu oleh rontoknya harga saham 407 emiten.
Di sisi lain, sebanyak 250 emiten berhasil menutup perdagangan dengan kenaikan harga. Sementara itu, terdapat 158 saham emiten yang tidak mengalami perubahan harga. Aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing terpantau cukup besar, yakni mencapai sekitar Rp1,78 triliun.
Sejumlah saham perbankan dan komoditas menjadi buruan jual para pemodal luar negeri. Saham-saham tersebut meliputi BMRI, BBRI, ANTM, CUAN, hingga BUMI. Fanny mengingatkan investor untuk tetap waspada jika indeks gagal menembus level psikologis tertentu.
Sentimen utama yang memengaruhi pasar saat ini berkaitan dengan stabilitas jalur perdagangan dunia. Investor menanti hasil diplomasi di wilayah konflik Timur Tengah.
“Katalis terpenting adalah tercapai atau tidaknya keputusan damai untuk selat Hormuz hari ini,” imbuh Fanny.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 6.850-6.900. Sementara itu, titik hambat atau batas atas (resistance) diperkirakan berada di posisi 7.020-7.050.
Fanny juga membagikan beberapa ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati. “Trading idea hari ini: BBCA, ADMR, BUMI, DEWA, BULL, dan BRMS,” tambahnya.
Berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
- BBCA – Spec Buy
- Area beli: Rp6.375 – Rp6.475
- Cut loss: di bawah Rp6.350
- Target dekat: Rp6.600 – Rp6.750
- ADMR – Spec Buy
- Area beli: Rp1.700 – Rp1.715
- Cut loss: di bawah Rp1.700
- Target dekat: Rp1.760 – Rp1.800
- BUMI – Spec Buy
- Area beli: Rp234 – Rp236
- Cut loss: di bawah Rp232
- Target dekat: Rp242 – Rp246
- DEWA – Spec Buy
- Area beli: Rp466 – Rp476
- Cut loss: di bawah Rp466
- Target dekat: Rp488 – Rp496
- BULL – Spec Buy
- Area beli: Rp400 – Rp406
- Cut loss: di bawah Rp390
- Target dekat: Rp414 – Rp418
- BRMS – Spec Buy
- Area beli: Rp745 – Rp760
- Cut loss: di bawah Rp740
- Target dekat: Rp780 – Rp790
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
