IHSG Diprediksi Melemah, BNI Sekuritas Sarankan ‘Buy’ MINA, PANI, DEWA, dan Sejumlah Saham Lain
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Prediksi ini disampaikan CFP Head of Reta...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Prediksi ini disampaikan CFP Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
“IHSG berpotensi koreksi hari ini,” ujarnya dalam laporan riset pagi ini.
Menurutnya, area support IHSG berada di 8.350–8.400. Area resist berada di 8.475–8.530.
Pada perdagangan Senin (17/11/2025), IHSG berakhir naik 46,445 poin atau 0,55%. IHSG menutup sesi di level 8.416,882. Angka ini lebih tinggi dari penutupan akhir pekan lalu di level 8.370,436.
Pergerakan IHSG didorong arus beli asing. Nilainya mencapai sekitar Rp667 miliar. Investor asing paling banyak masuk ke saham BBCA, BMRI, TLKM, BBRI dan COIN.
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten