Senin, Januari 12, 2026
26.4 C
Jakarta

Indo Premier Investment Management Luncurkan Reksa Dana Indo ETF RDN Kas Bertumbuh (XRDN)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indo Premier Investment Management (IPIM) sebagai pelopor dan inovator industri Exchange Traded Fund (ETF) di Pasar Modal Indonesia meluncurkan Reksa Dana Indo ETF RDN Kas Bertumbuh (XRDN).

XRDN resmi tercatat dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, sekaligus menjadi ETF berbasis pasar uang pertama di Indonesia. Dengan pencatatan ini, Pasar Modal Indonesia resmi memiliki instrumen ETF pasar uang pada 2025.

Pencatatan perdana XRDN di Bursa Efek Indonesia yang ditandai dengan nilai Asset Under Management (AUM) mencapai Rp516,88 miliar, mencerminkan tingginya minat investor terhadap ETF berbasis pasar uang ini, sekaligus komitmen Indo Premier menghadirkan produk investasi yang inovatif, likuid, dan relevan dengan kebutuhan pengelolaan kas investor di pasar modal Indonesia.

Direktur Indo Premier Investment Management, Noviono Darmosusilo, dalam siaran pers, Senin 29 Desember 2025 mengatakan,  peluncuran XRDN merupakan bagian dari komitmen IPIM dalam menghadirkan produk investasi yang relevan dengan kebutuhan investor modern.

“Seiring perkembangan industri, kami melihat adanya kebutuhan masyarakat pemodal Indonesia terhadap instrumen setara kas yang stabil, dengan tingkat pengembalian pasar uang yang likuid setara tabungan. Reksa Dana Indo ETF RDN Kas Bertumbuh yang menjadi inovasi di Pasar Modal Indonesia sebagai ETF berbasis pasar uang pertama di Indonesia di tahun 2025 ini, hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pemodal Indonesia tersebut,” katanya.

Menurut Noviono, XRDN berfokus pada instrumen pasar uang dan giro, sehingga cocok digunakan sebagai sarana pengelolaan likuiditas setara kas yang memiliki keunggulan lebih ETF dimana sekarang investor memperoleh manfaat likuiditas dan fleksibilitas dapat melakukan subscription (penempatan) dan redemption (penarikan) dana sepanjang jam perdagangan yang sebelumnya masih terbatas hanya pada satu kali penempatan dan penarikan dana pada reksa dana pasar uang konvensional..

“Sebagai pelopor Reksa Dana ETF saham di Indonesia sejak tahun 2007, IPIM secara konsisten menghadirkan inovasi produk ETF yang mencerminkan kinerja pasar secara konsisten, dengan transparansi portofolio, likuiditas tinggi, serta biaya pengelolaan yang efisien. XRDN merupakan ETF ke-16 yang dikelola oleh IPIM dan ETF ke-46 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, menegaskan kembali posisi IPIM sebagai Market Leader dalam industri ETF nasional,” ujarnya.

Peluncuran XRDN merupakan langkah strategis IPIM dalam menjawab kebutuhan investor akan instrumen pengelolaan kas yang semakin kompetitif dan fleksibel di tengah dinamika pasar. Masyarakat pemodal Indonesia membutuhkan instrumen investasi yang likuid, stabil, transparan, berbiaya efisien, serta dapat diakses secara fleksibel, khususnya untuk pengelolaan dana jangka pendek.

Selama ini, instrumen pasar uang konvensional masih memiliki keterbatasan dari sisi likuiditas dan fleksibilitas subscription dan redemption. Di sisi lain, perkembangan industri menunjukkan tren yang sangat positif. Dalam 12 tahun terakhir, industri reksa dana ETF di Indonesia mencatat pertumbuhan rata-rata dana kelolaan sebesar 20,45 persen per tahun pada periode 2014 hingga November 2025.

Sementara itu, reksa dana pasar uang mencatat pertumbuhan dana kelolaan sebesar 59,68 persen sejak awal 2025, seiring meningkatnya kebutuhan penempatan dana jangka pendek di tengah kondisi pasar dinamis.

Direktur Indo Premier Sekuritas, Paulus Soehianto, menambahkan bahwa XRDN memiliki keunggulan yang memberikan fleksibilitas lebih bagi investor. “XRDN hadir dengan keunggulan redemption T+0 yang memungkinkan investor melakukan pencairan dana pada hari yang sama. Dengan mekanisme ini, investor dapat mengelola kebutuhan kas secara lebih fleksibel dan efisien, sehingga XRDN menjadi solusi investasi yang tepat bagi investor yang membutuhkan akses cepat terhadap dana dengan stabilitas nilai,” ungkapnya.

Ia menambahkan ETF semakin diminati oleh investor karena kemudahan transaksi, transparansi, real-time NAV, likuiditas pasar yang tinggi, serta efisiensi biaya yang memberikan kendali lebih bagi investor dalam menghadapi berbagai kondisi pasar. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Adi Sarana (ASSA) Tambah Modal Anak Usaha Menjadi Rp20,51 Miliar, Buat Apa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)  telah meningkatkan...

Dwi Guna Laksana (DWGL) Lunasi Pokok dan Bunga MTN Tahun 2022 Senilai Rp205 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) mengumumkan...

Gagal Cetak Rekor Baru, IHSG Turun 0,58% ke Bawah 8.900 Dipicu Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski diibuka menguat di level 8.991,760, Indeks Harga...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru