Inflasi Year on Year Agustus 2024 Tercatat 2,12%
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Agustus 2024 terjadi inflasi year on year (yoy) sebesar 2,12% dengan dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,06. Menurut...
Menurut data BPS, inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga. Ini ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,39%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,19%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,57%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,05%.
Selain itu, kelompok kesehatan sebesar 1,72%; kelompok transportasi sebesar 1,42%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 1,52%; kelompok pendidikan sebesar 1,83%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,24%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,04%. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,16%.
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%
- BRI Peduli Perkuat Peternak Sapi Perah di Malang, Produksi dan Nilai Tambah Susu...
- Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Mi...
- BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Literasi Keuangan dan Kewirausahaan, Siapkan Usa...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun