INKP Pastikan Kesiapan Dana Pelunasan Obligasi dan Sukuk Jatuh Tempo Juni 2026
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) memastikan kesiapannya melunasi utang yang segera jatuh tempo. Perusahaan telah menyiapkan dana besar untuk membayar pokok obligasi...
-
Obligasi Berkelanjutan V Tahap IV Tahun 2025 Seri A sebesar Rp327,43 miliar.
-
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Tahap IV Tahun 2025 Seri A sebesar Rp357,07 miliar.
-
Obligasi USD Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2025 Seri A sebesar USD1,51 juta.
Kurniawan menambahkan, dana tersebut kini ditempatkan dalam bentuk Kas dan Setara Kas. INKP juga tidak berencana meminjam uang baru dari bank untuk pelunasan ini.
โPerusahaan belum memiliki rencana untuk melakukan pelunasan terhadap Obligasi, Sukuk dan Obligasi USD dengan hutang baru dari bank atau lembaga keuangan lainnya,โ tambah Kurniawan.
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...