Investor Asing Ramai-Ramai Kabur dari Saham, Pindah ke Obligasi? Ini Kata Mandiri Sekuritas 

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Investor asing tampaknya mulai beralih dari pasar saham ke instrumen pendapatan tetap. Data terbaru menunjukkan bahwa investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) di...

Investor Asing Ramai-Ramai Kabur dari Saham, Pindah ke Obligasi? Ini Kata Mandiri Sekuritas 
Bacakan Artikel

Pertumbuhan penerbitan obligasi juga didorong oleh kebutuhan refinancing yang cukup besar. Di sisi lain, obligasi pemerintah (SBN) akan sangat bergantung pada defisit anggaran negara. Berdasarkan asumsi dalam APBN, penerbitan bersih SBN diperkirakan mencapai Rp 640 triliun.

Namun, Handy menekankan bahwa pemerintah memiliki fleksibilitas pembiayaan yang cukup tinggi. “Pemerintah masih punya saldo anggaran lebih (SAL) yang besar dan bisa digunakan untuk mengurangi kebutuhan penerbitan utang,” jelasnya.

Dari segi imbal hasil (yield), pergerakan akan sangat ditentukan oleh suku bunga, keseimbangan antara suplai dan permintaan, serta valuasi pasar. Handy memprediksi yield obligasi tenor 10 tahun berpotensi turun ke level 6,5%, dari posisi saat ini di sekitar 7,6%.

Penurunan yield ini bergantung pada beberapa faktor, termasuk kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) dan kemungkinan penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Funds Rate). Jika suku bunga turun, harga obligasi berpotensi naik, memberikan peluang capital gain bagi investor.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2