back to top

Investor Buru Emas, Harga Logam Mulia Dunia Terbang Tinggi Tembus USD 5.100,

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga emas dunia terbang tinggi pada akhir perdagangan Senin sore (9/2/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (10/2/2026) WIB. Pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menjadi motor utama kenaikan harga logam mulia ini. Investor kini bersiap menghadapi rilis data ekonomi penting AS sepanjang pekan ini.

Mengutip CNBC International, harga emas spot melonjak 2,5% ke posisi USD 5.103,10 per ons troi. Tren positif ini melanjutkan reli kenaikan 4% yang terjadi pada Jumat lalu. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman April ditutup menguat 2% menjadi USD 5.079,40 per ons troi.

Indeks dolar AS terpantau merosot 0,8% ke level terendah dalam lebih dari satu pekan. Kondisi tersebut membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri. Daya tarik emas pun meningkat di mata investor global.

Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, memberikan analisanya terkait pergerakan pasar. Ia menyoroti peran dolar AS dalam lonjakan harga emas hari ini.

“Penggerak utama hari ini (pada harga emas) adalah dolar AS,” ujar Bart Melek. Ia menambahkan ekspektasi semakin berkembang untuk data ekonomi yang lemah, terutama di sektor ketenagakerjaan.

Pelaku pasar tengah mencermati rilis data nonfarm payrolls, inflasi konsumen, serta klaim pengangguran awal AS. Data-data tersebut akan memberikan sinyal baru mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS atau The Fed. Saat ini pasar memperkirakan setidaknya akan ada dua kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026.

Berdasarkan jajak pendapat Reuters, data nonfarm payrolls AS diperkirakan meningkat 70.000 pada Januari. Penurunan suku bunga biasanya menguntungkan emas karena mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Dukungan harga emas juga datang dari aktivitas bank sentral. Data People’s Bank of China (PBOC) menunjukkan bank sentral China terus menambah cadangan emasnya selama 15 bulan berturut-turut hingga Januari.

Eugenia Mykuliak, Pendiri dan Direktur Eksekutif B2PRIME Group, menilai permintaan dari bank sentral sangat krusial bagi stabilitas harga. China disebut menjadi pusat dari aktivitas pembelian tersebut.

“Permintaan bank sentral yang konsisten, dengan China sebagai pusatnya, telah menjadi kekuatan penyeimbang yang penting sekaligus penunjuk arah pasar,” kata Eugenia Mykuliak. Ia menambahkan pembelian resmi yang stabil semakin memberikan landasan struktural bagi pasar.

Kenaikan harga juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot melonjak 8,8% menjadi USD 83,66 per ons troi. Kenaikan ini menyusul penguatan hampir 10% pada sesi sebelumnya. Perak sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di posisi USD 121,64 pada 29 Januari lalu.

Bart Melek menilai harga perak tetap tinggi karena adanya defisit pasokan yang besar. Permintaan dari sektor ritel maupun sektor lainnya berpotensi memperdalam kelangkaan stok. Hal ini dapat memicu kembalinya volatilitas pada harga yang lebih tinggi.

Logam lainnya pun ikut menghijau pada perdagangan kali ini. Harga platinum spot naik 0,8% ke level USD 2.112,56 per ons troi. Sementara itu, harga paladium menguat 1,3% menjadi USD 1.727,75 per ons troi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 1%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia melonjak lebih...

AS dan Iran Gelar Perundingan Nuklir, Harga Minyak Dunia Parkir di Level Stabil

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia bergerak stabil pada...

Harga Emas Dunia Bangkit Menuju USD 5.000, Perak dan Platinum Ikut Melompat

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat tajam...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru