STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) mencatatkan lonjakan signifikan jumlah pemegang saham pada akhir tahun 2025. Emiten pengembang properti ini melaporkan penambahan ribuan investor baru dalam satu bulan terakhir.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dirilis perusahaan, jumlah investor TRIN mencapai 9.686 pihak per 31 Desember 2025. Angka ini naik drastis dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 4.248 investor. Ada penambahan sebanyak 5.438 pemegang saham baru.
Laporan tersebut disusun oleh Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora. Data menunjukkan kepemilikan dua pemegang saham pengendali mengalami penurunan persentase.
PT Kunci Daud Indonesia kini menguasai 1.653.801.900 lembar saham atau 36,34%. Sebelumnya, porsi kepemilikan mereka sebesar 39,64%. Sementara itu, PT Intan Investama Internasional memegang 1.353.110.600 lembar saham atau 29,73%. Angka ini turun dari posisi sebelumnya sebesar 32,43%.
Adapun pemegang saham utama lainnya, PT Panca Muara Jaya, porsinya tetap stabil. Mereka memiliki 264.859.000 lembar saham atau 5,82%.
Di jajaran manajemen, Presiden Direktur TRIN Ishak Chandra tercatat memiliki 42.159.135 lembar saham atau 0,93%. Direktur Johanes L. Andayaprana mengantongi 480.900 lembar saham atau 0,01%. Komisaris Septian Starlin juga memiliki kepemilikan kecil sebanyak 25 lembar saham.
Perusahaan juga melaporkan penurunan jumlah saham tresuri. Posisi saham tresuri TRIN kini sebanyak 127.416.600 lembar atau 2,8%. Bulan lalu, jumlahnya masih berada di angka 183.486.400 lembar atau 4,37%.
Porsi saham publik (free float) mengalami peningkatan yang cukup tajam. Saat ini, jumlah saham scripless yang dimiliki masyarakat mencapai 1.013.360.740 lembar. Persentase free float TRIN kini berada di level 22,26%, naik dari posisi sebelumnya 13,59%.
Plt. Corporate Secretary TRIN, Fiolita Nurfitriyana, telah menyampaikan laporan resmi ini kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Penyerahan laporan dilakukan pada Kamis (8/1).
Selain data kepemilikan saham, TRIN juga melaporkan posisi waran seri II. Hingga akhir Desember 2025, jumlah waran yang dimiliki masyarakat mencapai 146.813.615 unit. Seluruh proses pendaftaran pemegang saham ini dipastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di pasar modal.
