Jelang Akhir Pekan, IHSG Naik Tipis 0,08% ke 6.177,139, Berkat Harga Saham 332 Emiten
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski dibuka melemah di 6.161,456 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Jumat (19/6/2026) berhasil menguat tipis. IHSG pada Jumat ini ditutup naik 4,798 p...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski dibuka melemah di 6.161,456 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Jumat (19/6/2026) berhasil menguat tipis. IHSG pada Jumat ini ditutup naik 4,798 poin atau naik tipis 0,08% ke level 6.177,139, dari penutupan Kamis (18/6/2026) di level 6.172,340.
IHSG hari ini sempat naik ke level tertinggi harian di 6.215,063 dan terendah di 6.117,309. Naiknya IHSG hari ini berkat oleh harga saham 332 emiten yang berakhir menguat. Sementara 342 emiten ditutup turun dan 141 saham emiten tidak mengalami perubahan harga pada Jumat (19/6/2026).
Sejumlah emiten yang harga sahamnya ditutup naik pada Jumat ini, antara lain, BBCA naik 3,70% jadi Rp6.300 per saham. UNVR naik 1,20% jadi Rp1.685, ASII naik 0,84% jadi Rp4.810, DSSA naik 8,97% jadi Rp850, EMAS naik 3,17% jadi Rp7.325, dan MDKA naik 2,45% ke harga Rp2.930 per saham.
Sedangkan harga saham BBRI turun 1,01% jadi Rp2.930 per saham. BRMS turun 1,49% jadi Rp660, BBNI turun 1,61% jadi Rp3.670, PTRO tertekan 1,62% jadi Rp4.260, BUMI turun 1,75% jadi Rp168, dan BREN turun 2,36% jadi Rp3.730 per saham.
Selain itu, harga saham TPIA turun 2,83% jadi Rp2.060 per unit. BMRI turun 3,58% jadi Rp4.310, DEWA turun 3,66% jadi Rp368, TINS turun 3,86% jadi Rp3.490, CUAN turun 4,23% jadi Rp680, BRPT turun 4,49% jadi Rp1.700, AMMN turun 4,50% jadi Rp3.820, dan TLKM tergerus 7,19% ke harga Rp2.580 per saham.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...