STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas melemah pada penutupan perdagangan Jumat (6/2/2026). Penurunan ini mengekor aksi jual besar-besaran sektor teknologi di Wall Street semalam. Sentimen pasar tertekan akibat kekhawatiran rencana belanja modal Alphabet dan proyeksi kinerja Qualcomm yang suram.
Mengutip CNBC International, indeks S&P/ASX 200 di Australia memimpin pelemahan di kawasan. Indeks tersebut anjlok 2,03% dan berakhir di posisi 8.708,8. Level ini merupakan titik terendah dalam hampir satu bulan terakhir.
Bursa Korea Selatan juga mencatatkan rapor merah. Indeks Kospi merosot 1,44% ke level 5.089,14 setelah sempat terjun bebas hingga 5%. Indeks Kosdaq yang mencakup saham-saham berkapitalisasi kecil ikut jatuh 2,49% dan ditutup pada posisi 1.080,77.
Saham-saham kelas berat di Negeri Ginseng kompak melemah. Samsung Electronics turun 0,44% dan SK Hynix terkoreksi 0,36%. Saham Hyundai Motor mengalami penurunan lebih dalam sebesar 4,3%.
Sektor pertahanan dan energi juga tidak luput dari tekanan. Saham raksasa pertahanan Hanwha Aerospace turun 3,75%. Sementara itu, LG Energy Solution mencatatkan kerugian sebesar 2,53%.
Pasar saham China daratan dan Hong Kong ikut terjebak di zona negatif. Indeks CSI 300 di China merosot 0,57% ke level 4.643,6. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga turun 1,21% pada jam terakhir perdagangan.
Berbanding terbalik, bursa Jepang justru berhasil bangkit dari pelemahan. Indeks Nikkei 225 naik 0,81% ke posisi 54.253,68. Indeks Topix yang lebih luas bahkan melonjak 1,28% dan mencetak rekor tertinggi baru di level 3.699.
Kenaikan bursa Jepang ditopang oleh saham Toyota yang naik 2% usai rilis laporan keuangan kuartal ketiga. Raksasa otomotif ini juga mengumumkan pengunduran diri CEO Koji Sato. Jabatan tersebut akan diisi oleh Chief Financial Officer Kenta Kon.
Namun, saham perusahaan farmasi Jepang justru merana. Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan situs web obat resep berdiskon. Saham Sumitomo Pharma anjlok hampir 4% dan Takeda Pharmaceutical turun 1,34%.
