back to top

Kejutan Tarif Trump Cuma 10%, Bursa Saham Eropa Sukses Melaju Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (24/2/2026) waktu setempat. Investor merespons positif kebijakan baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait tarif impor. Tarif tersebut ternyata hanya berlaku pada angka 10%. Angka ini lebih rendah dari ancaman awal sebesar 15%.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,23% ke posisi 629,14. Pergerakan bursa regional tampak bervariasi. Indeks CAC 40 Perancis naik 0,26% ke level 8.519,21.

Namun, FTSE MIB Italia melemah 0,10% ke posisi 46.651,72. Indeks FTSE 100 Inggris turun tipis 0,04% ke level 10.680,59. DAX Jerman terkoreksi 0,02% ke posisi 24.986,25. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol menyusut 0,54% ke level 18.189,50.

Sektor otomotif memimpin penguatan pasar di kawasan tersebut. Sektor ini sangat sensitif terhadap kebijakan tarif dan ekspor. Saham-saham otomotif mengakhiri perdagangan Selasa dengan lonjakan hampir 2%.

Sebelumnya, pasar global sempat merosot pada perdagangan Senin. Investor merespons ancaman Trump soal pungutan impor baru secara global ke AS. Trump awalnya mengumumkan rencana tarif 10%. Ia kemudian mengancam menaikkannya ke level 15%.

Aturan ini resmi berlaku pada Selasa dengan tarif 10%. Memo Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS terbit pada Senin malam. Aturan ini memuat tambahan bea masuk 10% untuk barang impor dari semua negara. Kebijakan ini berlaku selama 150 hari kecuali ada pengecualian khusus.

Nasib tarif untuk Inggris masih belum jelas. Inggris adalah negara pertama peraih kesepakatan dagang dengan Washington tahun lalu. Inggris berhasil mengamankan tarif 10% dari Gedung Putih. Angka ini merupakan tarif terendah bagi mitra dagang AS. Jika tarif 15% berlaku, Inggris akan mengalami kerugian cukup besar.

Menteri Bisnis dan Perdagangan Inggris, Peter Kyle, memberikan pernyataan resminya pada Senin menyikapi situasi ini.

“Saya menyadari ketidakpastian akibat pengumuman terbaru dari AS, namun saya sangat fokus untuk melindungi bisnis dan publik Inggris demi kepentingan nasional dan semua opsi tersedia di atas meja,” tegas Kyle.

“Itulah alasannya saya berbicara dengan rekan sejawat saya dari AS, Jamieson Greer, kemarin untuk menyampaikan kekhawatiran saya terkait ketidakpastian lebih lanjut bagi bisnis di sini dan perlunya menghormati kesepakatan kita yang sudah ada,” tambahnya.

Para pejabat Eropa ikut menyuarakan kekhawatiran atas tarif baru Trump. Langkah ini bisa mengancam kesepakatan dagang mereka dengan AS. Parlemen Eropa akhirnya menghentikan sementara proses ratifikasi kesepakatan dagang AS-Uni Eropa.

Trump kembali menegaskan kemampuannya menaikkan tarif pada Senin. Ia memperingatkan negara-negara lain untuk tidak bermain-main. Mahkamah Agung AS memang baru saja membatalkan tarif resiprokal miliknya pekan lalu.

Di sisi korporasi, Standard Chartered merilis laporan pendapatan setahun penuh. Laba sebelum pajak melonjak 16% secara tahunan. Namun, pencapaian ini hanya menyentuh USD 6,96 miliar atau di bawah ekspektasi pasar. Pendapatan bunga bersih naik 1% menjadi USD 11,2 miliar. Hasil ini sukses mengalahkan estimasi konsensus LSEG.

Pihak bank memproyeksikan pendapatan operasional tahun 2026. Angkanya diprediksi berada pada batas bawah target pertumbuhan 5% hingga 7%. Pada 2025, pendapatan operasional melompat 6% menjadi USD 20,9 miliar.

CEO Standard Chartered memprediksi persaingan ketat AS-Tiongkok akan terus berlanjut. Merespons laporan keuangan ini, saham bank asal Inggris tersebut ditutup turun 1,5%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Kembali Bergairah, Indeks Dow Jones Melompat 370 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Ancaman Tarif Trump Kembali Menggema, Bursa Saham Asia Bergerak Bervariasi

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak...

Tarif Baru Trump Guncang Bursa Saham Eropa, DAX Jerman Turun Lebih dari 1%

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru