KIJA Rugi Rp6,4 Miliar pada Semester I 2026, Ini Penyebab Utamanya

KIJA Rugi Rp6,4 Miliar pada Semester I 2026, Ini Penyebab Utamanya
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan rugi bersih sebesar Rp6,4 miliar pada semester I-2026.
Bacakan Artikel


Di luar beban tersebut, bisnis operasional KIJA tetap mencetak laba. Penurunan laba operasional terutama dipengaruhi lebih rendahnya pengakuan pendapatan penjualan lahan industri akibat perbedaan waktu pengakuan pendapatan di Kendal.


 


Kinerja positif justru datang dari Pilar Infrastruktur. Pendapatan segmen ini naik 15% menjadi Rp1,40 triliun dari Rp1,22 triliun pada semester I-2025. Kontribusi pendapatan berulang (recurring revenue) juga meningkat menjadi 57% dari total pendapatan konsolidasian, dibandingkan 45% pada periode yang sama tahun lalu.


 


Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan pendapatan segmen listrik menjadi Rp921,6 miliar dari Rp849,1 miliar, seiring naiknya konsumsi listrik tenant di Kendal dan Cikarang. Pendapatan jasa dan pemeliharaan melonjak 39% menjadi Rp347,2 miliar, sedangkan pendapatan Cikarang Dry Port meningkat menjadi Rp129,4 miliar, ditopang kenaikan volume peti kemas sebesar 13%.


 


Sebaliknya, pendapatan Pilar Pengembangan Lahan dan Properti turun 32% menjadi Rp974,9 miliar dari Rp1,44 triliun. Penurunan dipicu turunnya pendapatan penjualan lahan industri menjadi Rp783,7 miliar, meski penjualan bangunan pabrik siap pakai meningkat menjadi Rp94,3 miliar dan penjualan lahan serta rumah hunian naik menjadi Rp33,7 miliar.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: