KIJA Rugi Rp6,4 Miliar pada Semester I 2026, Ini Penyebab Utamanya

KIJA Rugi Rp6,4 Miliar pada Semester I 2026, Ini Penyebab Utamanya
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan rugi bersih sebesar Rp6,4 miliar pada semester I-2026.
Bacakan Artikel


"Kinerja kami pada semester pertama mencerminkan semakin besarnya kontribusi bisnis infrastruktur yang menghasilkan pendapatan berulang, yang kini telah menyumbang lebih dari separuh pendapatan konsolidasian Perseroan,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (03/8/2026).


 


Meskipun kinerja keuangan pada semester pertama dipengaruhi oleh lebih rendahnya kontribusi bisnis pengembangan lahan dibandingkan semester pertama tahun lalu yang sangat kuat, rugi bersih yang dilaporkan terutama disebabkan oleh biaya satu kali yang bersifat non-operasional berupa rugi selisih kurs dan penghentian instrumen derivatif terkait refinancing Senior Notes kami.


 


Di luar pos-pos yang tidak berulang tersebut, Jababeka tetap mencatatkan laba pada tingkat operasional. “Kami terus melihat permintaan yang baik terhadap lahan industri baik di Cikarang maupun Kendal, sembari tetap fokus pada eksekusi yang disiplin di seluruh lini bisnis serta memperkuat basis pendapatan berulang kami," katanya.


 

Ke depan, KIJA tetap membidik target marketing sales sebesar Rp3,75 triliun pada 2026. Perseroan juga akan terus meningkatkan kontribusi pendapatan berulang melalui bisnis infrastruktur. Manajemen optimistis permintaan tenant industri di kawasan Cikarang dan Kendal akan terus menopang pertumbuhan bisnis utilitas, logistik, dan layanan pengelolaan kawasan dalam jangka panjang.

Pilih Halaman: