Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton

Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) membukukan kinerja keuangan yang kuat sepanjang semester I 2026, mencatat pendapatan sebesar Rp33,80 triliun.
Bacakan Artikel


Pergerakan harga emas juga dipengaruhi sejumlah faktor global, antara lain keputusan Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan, perkembangan inflasi di Amerika Serikat, serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang terus mendorong permintaan aset safe haven.


 


Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi. Kebijakan tersebut turut memengaruhi pergerakan harga emas domestik.


 


Ke depan, prospek harga emas diperkirakan tetap positif meski volatilitas jangka pendek masih berpotensi terjadi. Berdasarkan survei Reuters terhadap 29 analis, rata-rata harga emas pada 2026 diproyeksikan berada di kisaran USD4.509 per troy ounce.


 


Sementara itu, UBS, Goldman Sachs, dan JP Morgan masih mempertahankan pandangan bullish dengan target harga emas berkisar USD4.800 hingga lebih dari USD5.400 per troy ounce pada akhir 2026. Optimisme tersebut ditopang permintaan bank sentral yang tetap kuat, diversifikasi cadangan devisa global, serta ketidakpastian geopolitik.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: