Stockwatch.id Versi penuh
Economic

Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan 2.000 Agripos

Oleh Daiz La Ode 03 Aug 2026 15:16 4 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Rumah Tani Nusantara (RTN) menggandeng PT Pos Indonesia (Persero) membangun jaringan Agripos untuk memperkuat distribusi pangan sekaligus menjaga stabilitas harga. Program ini ditargetkan memiliki 2.000 titik outlet dan 500 hub cold storage hingga 2029.

Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara, Bahtiar, mengatakan Agripos merupakan hasil kolaborasi RTN dan Pos Indonesia dengan memanfaatkan jaringan kantor pos sebagai pusat distribusi pangan. Program ini juga menjadi saluran pemasaran bagi hasil panen petani yang berada dalam ekosistem RTN.

"Ini adalah soft launching Agripos, kerja sama PT Rumah Tani Nusantara dengan PT Pos Indonesia. Tujuannya untuk menciptakan stabilisasi harga di daerah dengan memanfaatkan infrastruktur PT Pos yang ada di daerah. Saat ini Rumah Tani mengelola kurang lebih 27.400 petani, sehingga petani-petani kami mudah menyalurkan hasil pertaniannya di sini," kata Bahtiar.

Menurut Bahtiar, pengembangan Agripos juga menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah menjaga stabilitas harga pangan nasional.

"Tentu ini adalah salah satu kontribusi kami untuk mendukung pemerintah dalam hal stabilisasi harga," ujarnya.

Ia menjelaskan, Agripos menerapkan konsep satu harga sehingga pemerintah dapat memantau harga pangan secara real time. Dengan demikian, harga di setiap titik penjualan diharapkan tetap seragam.

"Agripos ini akan jadi satu harga sehingga kapan pun pemerintah bisa tahu harga secara real time dan pemerintah bisa kontrol harga tersebut. Jadi tidak ada beda-beda harga di setiap titiknya," ujar Bahtiar.

Bahtiar menambahkan harga pangan di Agripos diperkirakan lebih terjangkau karena pasokan diperoleh langsung dari petani.

"Harusnya relatif lebih murah karena kami langsung dari petani," katanya.

Untuk menjaga pasokan, RTN mengandalkan ekosistem yang telah dibangun sejak lama. Saat ini perusahaan membina sekitar 27.400 petani yang memasok berbagai komoditas pangan secara terintegrasi.

"Langsung kami beli karena itu sudah jadi ekosistem kami. Rumah Tani sudah dirintis dari tahun 90, saya lanjutkan tahun 2021. Rumah Tani itu sudah 27.400 petani. Sudah terintegrasi secara suplai maupun penyalurannya," kata Bahtiar.

RTN menyediakan 45 jenis produk (SKU) di Agripos. Tiga komoditas utama yang menjadi fokus adalah bawang merah, bawang putih, dan cabai karena memiliki kontribusi besar terhadap inflasi nasional.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus menghadirkan pangan dengan harga lebih terjangkau.

"Kami dari Bapanas menyambut baik kolaborasi Rumah Tani dengan PT Pos. Ini salah satu bukti konkret kolaborasi dalam rangka menjaga stabilitas harga. Harganya terjangkau karena langsung dari para petani dan peternak sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau," ujar Maino.

Maino menilai model distribusi langsung dari petani juga memotong rantai distribusi sehingga memberikan manfaat bagi produsen maupun konsumen.

"Dengan memotong rantai distribusi, petani dan peternak punya kepastian pasar, kepastian harga, dan masyarakat sebagai konsumen mendapatkan harga yang lebih terjangkau," kata Maino.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Pos Indonesia, Doni Maya, mengatakan Pos Indonesia bertugas menjaga kelancaran rantai pasok agar ketersediaan pangan tetap terjaga saat permintaan meningkat.

"Pos Indonesia sebagai operator supply chain berperan untuk menjaga ketersediaan tersebut," ujarnya.

Menurut Doni, tahap awal pengembangan dilakukan melalui 100 outlet di Jabodetabek pada Agustus 2026 sebagai bagian dari soft launching. Jumlah tersebut akan bertambah menjadi sekitar 300 outlet hingga akhir 2026, kemudian berkembang menjadi 2.000 outlet dan 500 hub hingga 2029.

Setelah tahap awal, pengembangan akan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Pulau Jawa.

"Kita tidak hanya akan buka di Jabodetabek atau Jawa saja, tapi di seluruh Indonesia secara bertahap," kata Doni.

Doni mengatakan kerja sama tersebut juga akan membuka lapangan kerja baru. Jam operasional mengikuti kantor pos dan layanan pembelian juga tersedia secara daring melalui aplikasi Pos Aja.

"Pos Indonesia dan Rumah Tani menciptakan lapangan kerja baru. Jam buka akan menyesuaikan jam bukanya kantor pos dan kita juga bisa melayani online menggunakan aplikasi Pos Aja," ujarnya.

Kerja sama RTN dan Pos Indonesia memanfaatkan ruang komersial outlet pos sebagai lokasi penjualan komoditas serta bangunan untuk cold storage dan dry storage. Kolaborasi ini juga mencakup penyimpanan, distribusi hingga penjualan langsung kepada konsumen melalui sistem Supply Chain Management yang terintegrasi.


Topik terkait
Agripos Pos Indonesia harga pangan inflasi lapangan kerja