back to top

Konflik Timur Tengah Memanas, Bursa Saham Eropa Justru Kompak Menghijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (4/3/2026) waktu setempat. Pergerakan ini terjadi seiring pantauan investor terhadap gejolak perang di Timur Tengah. Sentimen pasar tetap positif meski negara Barat sibuk mengatur evakuasi warga mereka.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 1,37% ke posisi 612,71. Hampir semua sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berada di zona hijau. Indeks CAC 40 Perancis naik 0,79% ke level 8.167,73. FTSE MIB Italia melonjak 1,95% ke posisi 45.336,88.

Indeks FTSE 100 Inggris menguat tipis 0,80% ke level 10.567,65. DAX Jerman tumbuh 1,74% ke posisi 24.205,36. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat tajam 2,49% ke level 17.487,00.

Kenaikan bursa Spanyol terjadi di tengah ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trump mengancam memutus hubungan perdagangan dengan negara tersebut. Ancaman ini muncul usai Spanyol menolak memberikan izin pangkalan militer. AS sebelumnya ingin menggunakan pangkalan di Spanyol untuk menyerang Iran.

“Spanyol sangat mengerikan. Kami akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berhubungan apa pun dengan Spanyol,” kata Trump.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengkritik keras konflik di Timur Tengah. Hal ini ia sampaikan melalui pidato televisi pada Rabu pagi. Ia menyebut serangan AS dan Israel terhadap Iran sebagai sebuah bencana. Sanchez menyamakan krisis ini dengan invasi Irak pada awal era 2000-an.

Dari dalam negeri AS, Menteri Keuangan AS Scott Bessent tampil di acara Squawk Box CNBC. Ia mengonfirmasi tarif global 15% akan berlaku minggu ini. Namun, kebijakan ini tidak akan berumur panjang. Mahkamah Agung AS sebelumnya telah membatalkan sebagian besar tarif ekspansif Trump.

“Ini adalah keyakinan kuat saya tingkat tarif akan kembali ke tingkat lamanya dalam kurun waktu lima bulan,” tegas Bessent.

Pemerintah AS juga menyiapkan langkah stabilisasi harga energi. Tujuannya mengamankan rute pengiriman minyak di Teluk Persia. AS akan memberikan asuransi bagi kapal tanker di perairan tersebut. Angkatan Laut AS juga siap memberikan pengawalan khusus jika diperlukan.

Kabar ini membuat harga minyak mentah dunia sedikit mereda. Minyak mentah berjangka Brent susut 0,4% menjadi USD 81,09 per barel. Minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) ikut melemah 0,6% ke level USD 74,10 per barel.

Kinerja positif turut terlihat pada saham-saham korporasi. Saham Novo Nordisk naik perlahan hingga 6%. Harga saham perusahaan ini sempat anjlok hampir 20% bulan lalu. Investor sebelumnya ragu dengan rencana komersialisasi obat masa depan mereka.

Saham Lottomatica melesat ke puncak indeks Stoxx 600. Perusahaan judi daring asal Milan ini melonjak hampir 15%. Mereka baru saja mencatat lonjakan laba bersih 45% secara tahunan. Sebaliknya, saham Weir Group di London anjlok 10,6%. Perusahaan teknik Skotlandia ini mendapat respons negatif usai memperbarui data pendapatan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Abaikan Perang Iran, Wall Street Melesat Berjamaah! Indeks Dow Jones Lompat 200 Poin Lebih

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Perang Iran Picu Aksi Jual, Indeks Kospi Terjun Bebas 12% dan Bursa Asia Rontok

STOCKWATCH.ID (SEOUL) - Bursa saham di kawasan Asia berguguran...

Wall Street Terguncang Konflik Iran, Indeks Dow Jones Sempat Anjlok 1.200 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru