Kuartal I 2026, Laba Sumber Tani Agung Turun 3,6% Jadi Rp293,70 Miliar, Ini Penyebabnya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) mencatat laba yang yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp293,70 miliar (Rp27 per saham) pada kuartal I 2026, turu...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) mencatat laba yang yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp293,70 miliar (Rp27 per saham) pada kuartal I 2026, turun tipis 3,6% jika dibandingkan Rp304,71 miliar (Rp28 per saham) pada periode sama 2025.
Penurunan laba di tengah kenaikan pendapatan, menurut laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang dipublikasikan, Kamis 23 April 2026, disebabkan antara lain oleh beban penjualan dan pemasaran STAA yang membengkak 266,52% menjadi Rp211,33 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp57,65 miliar kuartal I 2025.
Selain itu, juga dipicu kenaikan beban umum dan administrasi serta beban operasi lainnya yang meningkat, masing-masing sebesar 5,27% jadi Rp57,01 miliar serta 17,46% jadi Rp16,64 miliar pada kuartal I 2026. Hal ini menyebabkan, laba usaha emiten perkebunan kelapa sawit ini turun 3,77% menjadi Rp439,26 miliar pada kuartal I 2026, dibanding Rp456,51 miliar pada periode sama tahun 2025.
Setelah dikurangi beban keuangan, emiten kelapa sawit beraset Rp10,09 triliun per Maret 2026 itu mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp432,42 miliar pada kuartal I 2026, turun 4,67% dibandingkan Rp453,62 miliar pada kuartal I 2025.
Kendati laba turun, pendapatan bersih STAA tumbuh 49,16% menjadi Rp2,48 triliun pada kuartal I 2026, dari Rp1,67 triliun pada kuartal I 2025. Pendapatan STAA selama Januari-Maret 2026 didominasi oleh penjualan produk turunan kelapa sawit yakni sebesar Rp1,86 triliun. Jumlah ini sekitar 74,98% dari total pendapatan Perseroan. Produk kelapa sawit menyumbang Rp621 miliar. (konrad)
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...