STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Arkora Bakti Indonesia, pemegang saham pengendali PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menjual sebanyak 87.854.850 (3%) sahamnya di emiten pembangkit tenaga listrik melalui energi baru dan terbarukan tersebut. Penjualan saham ARKO melalui Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Januari 2026.
Disebutkan dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 12 Januari 2026, tujuan Arkora Bakti Indonesia menjual saham ARKO adalah divestasi dengan status kepemilikan saham langsung.
Arkora Bakti Indonesia menjual saham AEKO pada harga Rp1.800 per lembar. Sehingga pengendali berhasil mengantongi dana sebesar Rp158,13 miliar.
Seperti diketahui, sebelum dilakukan transaksi tersebut, Arkora Bakti Indonesia menggenggam 1.226.692.775 unit atau setara 41,89% saham AEKO. Adapun setelah penjualan ini, porsi kepemilikan Arkora Bakti Indonesia atas saham ARKO turun menjadi 1.138.837.925 atau sekitar 38,89% saham.
Sekedar informasi, perdagangan saham ARKO dihentikan sementara (suspensi) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak, Kamis 8 Januari 2026. Suspensi tersebut dilakukan BEI karena harga saham emiten pembangkit tenaga listrik ini melonjak 16,84% atau Rp1.550 poin menjadi Rp10.750 per lembar pada penutupan 7 Januari 2026. Suspensi ARKO dilakukan hingga pengumuman Bursa lebih lanjut.
PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) adalah perusahaan yang didirikan pada tanggal 5 Agustus 2010, dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2017. ARKO adalah perusahaan induk yang bergerak di bidang industri energi terbarukan.
Melalui anak perusahaannya, Arkora Hydro membangun dan mengoperasikan beberapa PLTA run-of-river skala kecil hingga menengah di daerah-daerah terpencil di wilayah Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Lampung. Hingga akhir tahun 2021, pembangkit tersebut dapat menghasilkan 176,7 GWh listrik, yang sebagian besar digunakan untuk bisnis. (konrad)
