Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
Kinerja bisnis logistik juga tetap solid dengan tingkat on-time delivery sebesar 95,6%. Sementara bisnis jasa dan fabrikasi mencatat tingkat on-time in-full delivery sebesar 84,7%.
Pada bisnis perdagangan bahan bakar, volume penjualan tercatat mencapai 141,9 juta liter selama semester I 2026.
Perseroan juga tengah mempercepat proses perizinan sejumlah proyek strategis. Salah satunya adalah pengembangan aset tambang batu bara baru di Kalimantan Tengah yang ditargetkan memperoleh seluruh perizinan pada akhir 2026.
Selain itu, ABMM juga melanjutkan proses perizinan untuk memulai operasional PT Piranti Jaya Utama guna memperluas basis produksi batu bara dan memperkuat rantai nilai pertambangan terintegrasi.
Direktur ABMM, Hans Manoe dalam keterangan, Jumat 31 Juli 2026, mengatakan, peningkatan produksi tambang batu bara dan stabilisasi bisnis kontraktor pertambangan menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan laba perseroan.
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun