Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya

Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
Bacakan Artikel

Menurut Hans, Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan profitabilitas pada periode ini yang didorong oleh keberhasilan peningkatan produksi operasi tambang batu bara dan stabilisasi bisnis kontraktor pertambangan. Meskipun kondisi industri masih menghadapi berbagai tantangan, harga batu bara yang tetap kondusif memberikan peluang bagi Perseroan untuk memanfaatkan momentum tersebut melalui keunggulan operasional.

โ€œKami tetap fokus memperkuat ekosistem bisnis melalui perolehan kontrak-kontrak strategis pada segmen logistik, dengan tetap memperhatikan kepatuhan terhadap dinamika regulasi dan menjalankan strategi secara disiplin guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,โ€ ujar Hans.

Di bidang keberlanjutan, ABMM terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penBerdidikan, pengembangan operator, pencegahan stunting, serta penanaman pohon bakau.

Melalui anak usaha PT Nagata Bio Energi, ABMM memperoleh Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hingga semester I 2026, perusahaan ini telah memperdagangkan kredit karbon melalui Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon), sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan dan upaya pengurangan emisi.

Pilih Halaman: