STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Astra Graphia Tbk (ASGR) membukukan laba bersih konsolidasian per 30 September 2024 sebesar Rp151 miliar, naik 21,8% dibandingkan
periode yang sama di tahun 2023 sebesar Rp124 miliar.
Peningkatan laba bersih ini seiring kenaikan penghasilan keuangan sebesar 69,5%, dari Rp20,94 miliar menjadi Rp35,49 miliar. Selain itu, beban umum dan administrasi ASGR turun 12,4% dari Rp249,97 miliar menjadi Rp218,94 miliar.
Peningkatan laba bersih di atas terjadi di tengah penurunan pendapatan bersih ASGR sebesar 1,92% dari Rp2,08 triliun menjadi Rp2,04 triliun. Meski begitu, beban pokok dapat ditekan turun hingga 3,13% menjadi Rp1,55 triliun dari Rp1,60 triliun. Hasilnya, laba bruto ASGR dapat tumbuh sebesar 1,76% dari Rp482,11 miliar menjadi Rp490,60 miliar.
Hendrix Pramana, Direktur Utama ASGR, mengatakan, peningkatan laba bersih Perseroan didorong oleh peningkatan laba operasional sebesar 17%. “Penerapan operational
excellence dan manajemen pengelolaan kas yang lebih baik turut berkontribusi pada pertumbuhan laba bersih ASGR di kuartal III 2024,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (25/10/2024).
Hendrix mengemukakan, ASGR menetapkan beberapa langkah inisiatif strategis yang dilakukan sepanjang tahun buku 2024, seperti penguatan bisnis inti, peningkatan kapabilitas layanan, serta peningkatan daya saing di sektor percetakan, dan teknologi digital.
Dalam upaya untuk mendorong inovasi dan efisiensi di perkantoran, pada bulan September 2024 Astragraphia melalui unit usaha Solusi Dokumen meluncurkan printer multifungsi A3 berwarna, Fujifilm Apeos C2450 S. Printer ini didesain untuk memenuhi kebutuhan modern akan kreativitas, produktivitas, dan teknologi terkini yang dapat mengubah cara bekerja.
Dengan kombinasi sempurna antara kecepatan, konektivitas, akurasi cetak, dan keamanan dalam penggunaan printer multifungsi berwarna dari ASGR siap menjadi solusi ideal untuk berbagai sektor bisnis dan industri kreatif.
Perseroan terus menjaga semangat kolaborasi berkelanjutan dalam rangka memperluas kontribusi dan dampak bagi sektor industri kreatif di Indonesia. Perseroan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melaksanakan Bedah Desain Kemasan (BEDAKAN) batch ke–17 di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai upaya penguatan identitas visual dari kemasan produk.
“Melalui kontribusi pada program BEDAKAN, ASGR mendapatkan kesempatan untuk
mengeksplorasi kebutuhan kemasan, khususnya wilayah IKN yang memiliki banyak pelaku UKM dengan berbagai jenis produk kreatif,” katanya. (yan)
