Anak Usaha DOID Raih Kontrak Jasa Penambangan Senilai Rp107 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) telah menandatangani amandemen perjanjian kontrak jasa penambangan dengan PT Indonesia Pratama (IPR), anak perusahaan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Dari kontrak jasa  pertambangan untuk tambang IPR tersebut, BUMA meraih keuntungan senilai Rp107,8 triliun.

Menurut Indra Dammen Kanoena, Direktur Utama BUMA dalam keterangan, Senin (28/10/2024), kontrak jasa penambangan ini berlangsung selama sebelas tahun, sejak tahun 2024 sampai dengan tahun 2035. Ruang lingkup pekerjaan jasa pertambangan BUMA meliputi pemindahan lapisan tanah penutup (overburden removal) dengan estimasi produksi sebesar 1.827 miliar bank cubic meters (bcm)  dan estimasi produksi batubara (coal mining) sebanyak 465 juta ton.

Indra mengatakan, perjanjian ini merupakan peningkatan volume produksi dari volume produksi yang ada saat ini. “Perolehan kontrak ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan Perseroan kurang lebih senilai Rp107,8 triliun atau setara dengan US$7,8 miliar,” tulis Indra dalam keterangannya.

Sekedar informasi, tambang Indonesia Pratama (IPR), merupakan tambang batu bara thermal yang terletak di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kertanegara, Propinsi Kalimantan Timur. “Penambahan perjanjian jasa penambangan ini akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha Perseroan, dalam jangka panjang.

PT Bukit Makmur Mandiri Utama ( BUMA) merupakan anak perusahan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) yang bergerak di bidang jasa pertambangan. Saat ini, BUMA telah memiliki pangsa pasar dengan kisaran mencakup 20%. BUMA menyediakan jasa pertambangan, bagi beberapa perusahaan tambang terbesar dan terlama di industri batubara Indonesia, serta beberapa pemain baru yang memiliki potensi pertumbuhan di masa depan.

Perusahaan melakukan pekerjaan penambangan mulai dari pengupasan lapisan tanah penutup, penambangan batu bara, pengangkutan batu bara serta reklamasi dan rehabilitasi tanah. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Investor BBRI Merapat! BRI Siap Cairkan Dividen Rp52,1 Triliun, Ini Jadwalnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat ke 7.800, Cek Rekomendasi 6 Saham BNI Sekuritas Hari Ini!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Ancol (PJAA) Tebar Dividen Rp41,6 Miliar, Setara Rp26,05 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru