Laba BCA Tembus Rp14,1 Triliun, Kredit Tumbuh Dua Digit!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatatkan laba bersih Rp14,1 triliun pada kuartal I 2025. Angka ini naik 9,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kre...
Jahja juga menegaskan komitmen BCA untuk mendorong penyaluran kredit secara pruden dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. โKami optimistis menatap pertumbuhan bisnis ke depannya, di tengah dinamika dan tantangan pasar,โ katanya.
Secara rinci, kredit korporasi tumbuh 13,9% YoY menjadi Rp443,4 triliun. Kredit komersial naik 9,9% YoY mencapai Rp137,4 triliun. Kredit UKM naik 12,9% menjadi Rp124,5 triliun.
Kredit konsumer juga ikut naik 11,3% YoY menjadi Rp225,7 triliun. KPR BCA tumbuh 10,5% menjadi Rp135,3 triliun. Kredit kendaraan bermotor (KKB) naik 12,3% menjadi Rp67,1 triliun. Sementara pinjaman konsumer lain seperti kartu kredit naik 13,9% menjadi Rp23,3 triliun.
Kredit ke sektor berkelanjutan meningkat 19% YoY menjadi Rp235 triliun. Jumlah ini mencerminkan 25% dari total portofolio pembiayaan BCA. Bank juga menawarkan suku bunga spesial untuk debitur UKM di bidang lingkungan dan pendidikan.
Total DPK naik 6,5% YoY menjadi Rp1.193 triliun. Kenaikan ini didukung peningkatan transaksi nasabah. Total frekuensi transaksi BCA naik 19% YoY menjadi 9,9 miliar, dengan transaksi mobile dan internet banking mencapai 8,8 miliar atau naik 22,2% YoY.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem