Laba Bersih SMBC Indonesia (BTPN) Melesat 41,7% ke Rp1,75 Triliun di Semester I-2026
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) membukukan kinerja positif pada Semester I-2026. Bank yang sebelumnya bernama PT Bank BTPN Tbk ini mencetak laba bersih setelah pajak konsolidasi sebesar Rp1,75 triliun. Angka ini melonjak 41,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp1,23 triliun.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan per Juni 2026, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,40 triliun. Jumlah tersebut meningkat 40,3% dari Rp1,00 triliun pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba emiten dengan kode saham BTPN itu ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional konsolidasi yang mencapai Rp8,55 triliun, tumbuh 1,4% secara tahunan (yoy). Pendapatan bunga bersih menyumbang Rp7,52 triliun, naik 1,8% dari Rp7,39 triliun. Sementara itu, pendapatan operasional lainnya tercatat sebesar Rp1,02 triliun.
Efisiensi juga menjadi faktor pendorong laba. Biaya kredit konsolidasi turun 14,8% yoy menjadi Rp2,13 triliun. Penurunan ini terjadi berkat manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif. Beban operasional perusahaan tercatat sebesar Rp4,76 triliun, naik tipis 3,8% dari Rp4,59 triliun.
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan, kinerja Semester I-2026 mencerminkan komitmen Perseroan untuk terus membangun fondasi bisnis yang semakin kuat.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya