Laba Bersih SMBC Indonesia (BTPN) Melesat 41,7% ke Rp1,75 Triliun di Semester I-2026
"Kami terus memperkuat fundamental bisnis agar Perseroan mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Setiap langkah strategis diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian kinerja dan penciptaan nilai tambah agar hidup seluruh pemangku kepentingan menjadi bersama lebih bermakna,” ujar Henoch dalam siaran pers dikutip Senin (3/8/2026).
Dari sisi neraca keuangan, total aset SMBC Indonesia tumbuh 4,7% yoy menjadi Rp245,45 triliun per Juni 2026. Penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp185,26 triliun, tumbuh tipis 0,1% dibandingkan Juni 2025 yang sebesar Rp185,04 triliun.
Pertumbuhan kredit didukung segmen korporasi dan komersial yang naik 12,8% yoy menjadi Rp116,51 triliun. Pembiayaan melalui layanan Jenius (di luar Digital Micro) tumbuh 9,9% yoy menjadi Rp3,69 triliun. Pembiayaan PT Bank BTPN Syariah Tbk naik 8,7% menjadi Rp11,03 triliun, sementara pembiayaan Grup OTO meningkat 5,8% menjadi Rp31,89 triliun.
Struktur pendanaan perusahaan juga semakin kuat. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 15,3% yoy menjadi Rp126,56 triliun. Saldo current account and saving account (CASA) melonjak 37,4% menjadi Rp60,05 triliun. Hal ini mendorong rasio CASA naik menjadi 47,5% dari sebelumnya 39,8%.
Indikator kualitas aset menunjukkan perbaikan dengan NPL net berada di level 0,8%, turun dari 1,6% pada tahun lalu. Namun, NPL gross naik sedikit menjadi 3,5% dari 3,2%. Rasio kecukupan modal (CAR) tetap solid di level 30,7%.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya