Laba Fore Coffee Melesat Ribuan Persen, Tapi Absen Bagi Dividen! Ternyata Ini Alasannya!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) memutuskan tidak membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2024. Keputusan ini diambil meski perusahaan mencetak lonjakan laba bersih hingga...
Fahmi menyebut, pembagian dividen ke depan akan ditentukan dalam RUPS selanjutnya. Perusahaan menargetkan pembagian dividen bisa mencapai 40% dari laba bersih, namun angka tersebut masih bisa berubah. “Cuman kita bertarget kalau nanti dari situ dividen mungkin bisa 40% dari laba bersih atau bisa lebih ataupun bisa kurang,” ujarnya.
Investor Relation Fore, Robertus Hardy, juga menegaskan pentingnya penguatan struktur ekuitas sebelum dividen bisa dibagikan. “Menurut peraturan undang-undang perseroan terbatas juga kan sebelum bisa membagikan dividend memang harus memperkuat struktur ekuitasnya dulu,” jelasnya.
Seluruh laba tahun 2024 akan ditahan untuk memperkuat return earnings. Jika ekuitas sudah cukup kuat, perusahaan baru akan mempertimbangkan aksi korporasi berikutnya, termasuk dividen. “Jadi untuk sementara ini memang harus, berdasarkan peraturan memang harus diperkuat dulu struktur permodalannya,” tambah Robertus.
Ia menyebut dana hasil IPO sebelumnya telah memperkuat modal Fore Coffee sehingga ekspansi ke depan bisa berjalan lebih lancar.
Direktur Utama Fore Coffee, Vico Lomar, juga menyampaikan hal serupa. Ia menegaskan laba ditahan akan digunakan untuk memperkuat modal. “Sebenarnya laban ditahan untuk lebih simplified-nya saya sebutkan adalah untuk memperkuat struktur permodalan daripada Fore,” ujarnya.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...