Kamis, Juli 25, 2024
26.7 C
Jakarta

Listing 11 Januari 2023, Lavender Bina Cendekia Incar Dana IPO Rp52,64 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Lavender Bina Cendekia Tbk (BMBL) menggelar Penawaran Umum Perdana (PUP) atau initial public offering (IPO) 280 juta saham pada 3-9 Januari 2023. Jumlah tersebut sebesar 27,19% dari total saham BMBL setelah IPO saham dengan nominal Rp40 per unit.

Direksi BMBL mengemukakan dalam informasi tambahan yang diumumkan, Selasa (3/1), saham BMBL ditawarkan Rp188 per unit. Dari IPO ini, calon emiten di bidang usaha pendidikan bimbingan belajar dan konseling swasta ini akan memperoleh tambahan modal Rp52,64 miliar.

Bersamaan dengan IPO saham, BMBL juga menerbitkan 224 juta waran seri I. Setiap pemegang 10 saham baru hasil IPO memperoleh dellapan waran seri I. Setiap pemegang satu unit waran berhak membeli satu saham baru BMBL dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham.

Menurut Direksi BMBL, sebesar 75% dana IPO saham untuk capital expenditure (capex) berupa pelunasan pembelian apartemen dan bangunan, pembelian ruang kantor, dan penambahan ruang kelas. Sisa dana IPO sebesar 25% dan dana dari pelaksanaan waran seri I seluruhnya untuk modal kerja Perseroan.

Saham dan waran BMBL akan dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Januari 2023. Penjatahan dan distribusi saham BMBL secara elektronik akan dilakukan masing-masing pada 9 Januari 2023 dan 10 Januari 2023.

Pendapatan BMBL mencapai Rp9,99 miliar per Juli 2022, naik 58,32%, dari Rp6,31 miliar per Juli 2021. Dari pendapatan tersebut, Perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan Rp4,14 miliar per Juli 2022, tumbuh 21,76%, dari Rp3,40 miliar per Juli 2021.

Total ekuitas BMBL mengalami peningkatan sebesar 771%, dari Rp3,52 miliar pada 2021 menjadi Rp30,66 miliar per Juli 2022.  Sedangkan total liabilitas Perseroan berkurang 21,37%, dari Rp4,07 miliar pada 2021 menjadi Rp3,20 miliar per Juli 2022.

Menurut PT KGI Sekuritas Indonesia, penjamin emisi Efek BMBL, BMBL merupakan perusahaan pertama listing di Papan Akselerasi BEI dari sektor pendidikan. BMBL memiliki produk bervariasi dan terus bertambah.

Rovandi, analis pasar modal KGI Sekuritas Indonesia mengemukakan, BMBL memiliki produk andalan yang berbeda dan tidak dimiliki oleh kompetitor lain, yaitu program Supercamp atau karantina. Program Supercamp ini merupakan kontributor utama bagi Perseroan dalam meningkatkan pendapatan.

KGI Sekuritas menilai dunia pendidikan memiliki prospek. APBN Pemerintah pada 2023 sebesar Rp2.463 triliun dan alokasi Pendidikan diperkirakan mencapai Rp608 triliun. Dengan dana sebesar ini tentu prospek yang potensial yang dimiliki lavender. Begitu pula dengan dunia bimbingan belajar dan konseling saat ini sedang booming didasari oleh kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kuliah di kampus ternama. Persaingan yang ketat untuk masuk ke perguruan tinggi memberikan opportunity buat lembaga bimbingan belajar dan konseling dalam mendapatkan clien, tentu dengan bukti keberhasilan yang dimiliki oleh BMBL yang mencapai kesuksesan hingga 90% pada 2022.

Perusahaan yang bergerak di bidang bimbingan belajar tidak banyak saat ini, sehingga persaingan tidak terlalu ketat. Lavender termasuk perusahaan yang sehat dari segi keuangan dan pendanaan. Dengan melakukan PUP saham, cash flow BMBL menjadi lancar, rasio utang juga menjadi rendah dibawah 5%.

“Saat ini BMBL masih belum ada pinjaman jangka panjang sehingga jika nanti Perseroan berencana melakukan ekspansi, maka banyak pilihan pendanaan yang bisa dilakukan Perseroan,” katanya.

Rovandi memperkirakan, pendapatan BMBL pada 2022 dan 2023 masing-masing sebesar Rp15,33 miliar dan Rp28,82 miliar. Laba bersih BMBL pada 2022 dan 2023 diperkirakan masing-masing mencapai Rp4,04 miliar dan Rp6,05 miliar.

Adapun pendapatan BMBL pada 2020 dan 2021 masing-masing sebesar Rp5,94 miliar dan Rp7,87 miliar. “BMBL berhasil membukukan laba bersih pada 2020 dan 2021 masing-masing sebesar Rp1,95 miliar dan Rp2,13 miliar,” katanya.

Artikel Terkait

Harga Saham Tembus Rp10.000, Begini Respon Bos BCA Soal Stock Split!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga saham PT Bank Central Asia...

Buat Modal Kerja, GOTO Siap Gelar Private Placement 120,14 Miliar Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk...

Meski Sempat Naik, IHSG Kembali Berakhir Melemah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru