back to top

Lonjakan Harga Minyak Mereda, AS Janjikan Perlindungan Kapal Tanker

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia stabil pada akhir perdagangan Rabu (4/3/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (5/3/2026) WIB.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent turun 0,03 USD menjadi 81,37 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,10 USD atau 0,13%. Minyak WTI berakhir pada posisi 74,66 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.

Pasar minyak kembali tenang menyusul langkah cepat pemerintah AS. Mereka berupaya mengamankan rute perdagangan energi di kawasan konflik.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak tajam pada awal pekan ini. Minyak WTI hampir menembus level 78 USD per barel.

Kenaikan pesat tersebut dipicu oleh pecahnya ketegangan militer. AS dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran pada akhir pekan lalu.

Iran segera membalas serangan tersebut. Anggota OPEC ini meluncurkan rentetan rudal dan pesawat tak berawak.

Target serangan balasan Iran tersebar di berbagai wilayah Timur Tengah. Infrastruktur energi ikut menjadi sasaran gempuran.

Kondisi memanas ini membuat harga minyak mentah AS melompat 6% pada hari Senin. Kenaikan berlanjut sebesar 5% pada perdagangan hari Selasa.

Kepanikan pasar akhirnya mereda usai Menteri Keuangan AS Scott Bessent tampil memberikan penjelasan. Ia memaparkan strategi perlindungan maritim kepada CNBC pada hari Rabu.

“Kami memiliki serangkaian pengumuman yang akan kami buat. Kami memulai kemarin dengan pengumuman DFC akan memberikan asuransi untuk kapal induk minyak mentah dan kapal kargo yang beroperasi di sekitar Teluk,” kata Bessent dalam program “Squawk Box” di CNBC.

Presiden Donald Trump juga turut memberikan jaminan keamanan. Ia menjanjikan pengawalan angkatan laut untuk lalu lintas minyak di Teluk Persia jika situasi mendesak.

Ketegangan ini sangat berdampak pada aktivitas maritim. Lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz kini terhenti total.

Para pemilik kapal merasa ketakutan. Mereka cemas armada lautnya menjadi target serangan balasan Iran.

Selat Hormuz merupakan titik sumbat paling krusial di dunia. Jalur ini memegang peranan sangat vital bagi rantai pasokan minyak global.

Sekitar 20% dari total konsumsi minyak dunia diekspor melalui selat ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Perang Timur Tengah Meluas, Harga Emas Dunia Naik Tembus USD 5.120

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali naik pada...

Dolar AS Mengamuk, Harga Emas dan Perak Dunia Jatuh Berguguran

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot tajam pada...

Trump Janji Kawal Tanker di Selat Hormuz, Laju Liar Harga Minyak Berhasil Ditekan

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak sekitar 4%...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru